Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Instruksi Tegas Dirjen Imigrasi: Hapus Budaya Kerja Lama, Fokus Rebut Kepercayaan Publik!

Titis Osi Kurniawan • Rabu, 10 Juni 2026 | 08:24 WIB
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran Ditjen Imigrasi untuk melaksanakan action plan dalam rangka meningkatkan integritas pelayanan publik.
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengimbau seluruh jajaran Ditjen Imigrasi untuk melaksanakan action plan dalam rangka meningkatkan integritas pelayanan publik.

Jawa Pos Radar Madiun - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko memberikan imbauan tegas kepada seluruh jajaran di bawah naungannya.

Ia meminta seluruh petugas untuk segera melaksanakan langkah konkret atau action plan demi meningkatkan integritas pelayanan publik.

Instruksi krusial tersebut disampaikan langsung melalui sesi pengarahan hybrid di Aula Ditjen Imigrasi pada Selasa (9/6).

Pengarahan ini turut dihadiri oleh seluruh petugas Imigrasi di berbagai penjuru Tanah Air beserta Atase Imigrasi di Perwakilan Republik Indonesia.

Fokus Pelayanan dan Serahkan Kasus ke APH

Dalam arahannya, Hendarsam meminta seluruh jajarannya untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang bergulir kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Ia menginstruksikan agar seluruh pegawai kembali memusatkan fokus pada tugas, fungsi pokok, serta program kerja yang telah dicanangkan sebelumnya.

"Mulai minggu ini, saya minta semua jajaran kembali fokus. Pelayanan kepada masyarakat harus berjalan optimal," ujar Hendarsam menegaskan.

Ia secara terbuka mengakui bahwa krisis yang tengah melanda institusinya saat ini menjadi salah satu pukulan terbesar bagi sejarah organisasi.

Kendati demikian, ia menuntut agar momentum sulit ini justru dijadikan sebagai ruang refleksi total bagi seluruh aparatur untuk berbenah diri.

Baca Juga: Resmi! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16 Ribu Mulai Hari Ini, Pertamax Green Tembus Rp 17 Ribu

Hapus Budaya Lama Tanpa Hak Istimewa

Hendarsam menuntut agar praktik dan budaya kerja masa lalu yang tidak sesuai aturan segera dihapus hingga ke akar tanpa adanya toleransi.

Menurutnya, zaman dan tuntutan masyarakat saat ini telah berubah drastis sehingga sistem birokrasi harus mampu beradaptasi dengan cepat.

"Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi siapa pun untuk melakukan pelanggaran," tuturnya memberikan peringatan keras kepada jajarannya.

Ia mengingatkan bahwa fungsi pelayan publik bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga posisi mereka sangat rentan terhadap komplain maupun kritik tajam.

Kerentanan tersebut harus dijawab secara elegan dengan penguatan mental aparatur untuk merespons setiap keluhan masyarakat secara cepat dan transparan.

Ditjen Imigrasi sejatinya memiliki sumber daya manusia yang sangat unggul, namun kapasitas tersebut wajib dibarengi dengan fondasi integritas yang tangguh.

Usung Gagasan Imigrasi untuk Rakyat

Lebih lanjut, Hendarsam menggarisbawahi bahwa orientasi utama institusi Imigrasi saat ini adalah memangkas jarak birokrasi dengan masyarakat.

Segala bentuk kecemburuan sosial atau persepsi negatif di mata publik harus segera dijawab dengan perubahan sikap dan komitmen pelayanan yang nyata.

Institusi ini telah melahirkan gagasan bertajuk "Imigrasi untuk Rakyat" sebagai wujud nyata komitmen untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

"Fokus kita sekarang adalah membuktikan komitmen itu, merebut kembali kepercayaan publik," tegas pucuk pimpinan Imigrasi tersebut.

Ia memastikan bahwa setiap keringat dan kerja keras jajaran Imigrasi ke depannya harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat luas. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#Imigrasi #kasus #madiun #dirjen imigrasi kemenkumham