Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Malam Mencekam di Kebayoran Baru: 20 Prajurit TNI Bersenjata Kepung Rumah Jampidsus

Tim Content Writer Radar Madiun • Kamis, 9 Juli 2026 | 09:00 WIB
Kediaman Febrie Adriansyah di jaga ketat oleh TNI (lensawarga.com)
Kediaman Febrie Adriansyah di jaga ketat oleh TNI (lensawarga.com)

Jawa Pos Radar Madiun - Dua peristiwa besar terjadi nyaris bersamaan di Jakarta Selatan pada Rabu malam (8/7/2026).

Di satu sisi, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi terkait dugaan korupsi dan pencucian uang.

Di sisi lain, kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, mendadak dijaga ketat oleh puluhan personel TNI bersenjata lengkap.

Brankas Tersembunyi di Balik Etalase Kafe

Penggeledahan bermula dari Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak.

Penyidik menemukan sebuah brankas berukuran besar yang tersembunyi di balik lemari lantai dua kafe tersebut,

berisi tumpukan uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, ditambah sejumlah dokumen penting.

Baca Juga: Hakim Tidur saat Sidang Terekam Kamera, Jadi Bukti yang Dibawa Kubu Nadiem ke Komisi Yudisial

Total uang yang berhasil disita dari kedua lokasi ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar setelah dikonversi ke rupiah, bukan Rp5 triliun seperti yang sempat beredar di media sosial.

Penyidik turut menemukan pintu akses langsung yang menghubungkan kafe dengan money changer di sebelahnya,

yang diduga menjadi jalur transaksi keuangan mencurigakan dalam kasus ini.

Penggeledahan sendiri merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait tiga perkara besar,

pengadaan batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel dengan total 12 lokasi digeledah pada hari yang sama.

Puluhan TNI Berjaga, Ada Apa?

Bersamaan dengan penggeledahan itu, rumah dinas Febrie Adriansyah di Jalan Radio I terlihat dijaga lebih dari 20 personel TNI, baik berseragam loreng maupun berpakaian sipil.

Baca Juga: Dari Arogan di Jalan Berujung Diborgol di Kantor Polisi: Akhir Perjalanan Bang Jago Jagakarsa

Sebagian personel tampak membawa senjata laras panjang dan berjaga di beberapa titik akses menuju rumah,

sementara akses jalan di sekitar lokasi turut dibatasi bagi masyarakat umum.

Warga sekitar mengaku suasana malam itu tidak biasa dibandingkan hari-hari normal.

Klarifikasi Resmi dari Mabes TNI

Menanggapi ramainya sorotan publik, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas akhirnya buka suara.

 Ia menjelaskan bahwa pengamanan di rumah Febrie Adriansyah dilakukan atas permintaan resmi Kejaksaan Agung,

sesuai mekanisme Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan jaksa.

Baca Juga: Kasus Tapir Dilindungi Dibunuh Warga, Polisi Amankan Empat Orang dan Buru Pelaku Lain

TNI menegaskan pengamanan tersebut tidak ada kaitannya dengan penggeledahan yang dilakukan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya di kafe Cipete.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya menyatakan belum pernah mengonfirmasi siapa pemilik sebenarnya dari kafe yang digeledah,

dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam perkara ini.

Sorotan Publik yang Terus Membesar

Berdasarkan data e-LHKPN KPK per akhir 2024, Febrie Adriansyah tercatat memiliki harta kekayaan sekitar Rp18,26 miliar tanpa utang.

Sorotan terhadap sosok Jampidsus ini makin membesar mengingat sebelumnya namanya juga sempat dikaitkan dengan sejumlah kasus besar lain,

termasuk penanganan perkara Jiwasraya hingga dugaan suap terkait kasus Ronald Tannur.

Hingga berita ini ditulis, baik Kejaksaan Agung maupun Febrie Adriansyah sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pasti di balik penjagaan ketat tersebut. (*)

*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#pencucian uang #korupsi #jampidsus #tni