Jawa Pos Radar Madiun - Penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/7) malam mengejutkan banyak pihak.
Sebagai figur sentral di pemerintahan Kabupaten Sukoharjo dalam beberapa tahun terakhir, Etik dikenal memiliki rekam jejak panjang yang berawal dari sektor profesional sebelum terjun sepenuhnya ke panggung politik praktis.
Etik Suryani lahir pada 15 Maret 1963. Ia merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Saat ini ia mengemban amanah sebagai Bupati Sukoharjo untuk masa jabatan periode kedua (2025–2030), setelah sebelumnya menyelesaikan periode pertama pada 2021–2025.
Ia resmi menjabat untuk periode kedua ini sejak 20 Februari 2025 lalu, pascadilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Dalam kehidupan pribadinya, Etik merupakan istri dari Wardoyo Wijaya, tokoh politik yang memimpin Kabupaten Sukoharjo sebagai bupati selama dua periode terdahulu, yakni pada 2010–2015 dan 2016–2021.
Profil dan Perjalanan Karier Etik Suryani
Sebelum namanya melambung di kancah perpolitikan Jawa Tengah, Etik Suryani mengawali perjalanan profesionalnya di sektor formal perbankan.
Karier di dunia keuangan tersebut ia tekuni dengan baik hingga berhasil menduduki posisi strategis sebagai kepala cabang di salah satu lembaga perbankan.
Pengalaman manajerial di dunia perbankan ini menjadi modal penting baginya saat bertransisi menjadi pendamping kepala daerah ketika suaminya menjabat sebagai bupati.
Saat menjalankan peran sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik dinilai sangat aktif membawa organisasi tersebut ke panggung nasional.
Di bawah kepemimpinannya, TP PKK Sukoharjo menorehkan banyak prestasi gemilang dalam berbagai ajang perlombaan, baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun di level nasional.
Beberapa pencapaian mutakhir yang menonjol di antaranya adalah Juara Pakarti Utama I Pemanfaatan Toga Tingkat Nasional yang diwakili oleh Kelurahan Kenep, serta Juara Pakarti Utama I Lomba Posyandu Tingkat Nasional yang diwakili oleh Posyandu Mawar III Desa Puron.
Dominasi politik dan tingkat popularitas yang tinggi di masyarakat membuat langkahnya menuju periode kedua kepemimpinan berjalan mulus tanpa hambatan berarti dari rival politik.
Pada gelaran Pemilihan Bupati (Pilbup) Sukoharjo 2024, Etik kembali memantapkan diri mencalonkan diri sebagai inkumben untuk masa jabatan 2025–2030.
Dalam kontestasi demokrasi tersebut, ia menggandeng politikus muda dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Geranti), Eko Sapto Purnomo, sebagai calon wakil bupati.
Pasangan calon Etik-Sapto ini akhirnya harus berhadapan dengan fenomena politik kotak kosong karena tidak adanya pasangan calon lain yang mendaftar atau memenuhi syarat bertanding.
Hasil akhir rekapitulasi menunjukkan pasangan ini berhasil menang mutlak dengan meraup 319.923 suara atau setara dengan 66,76% dari total suara sah masyarakat Sukoharjo yang menggunakan hak pilihnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani