Belasan Personel PLN Dikerahkan Rawat Gardu Induk Paciran Lamongan, Pastikan Keandalan Jaringan Listrik

Elin Restiyani • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:31 WIB
PT PLN (Persero) ULTG Babat mengerahkan 14 personel untuk melakukan pemeliharaan rutin dua tahunan di Gardu Induk 150 kV Paciran guna menjaga keandalan listrik bagi pelanggan.
PT PLN (Persero) ULTG Babat mengerahkan 14 personel untuk melakukan pemeliharaan rutin dua tahunan di Gardu Induk 150 kV Paciran guna menjaga keandalan listrik bagi pelanggan.

Jawa Pos Radar Madiun - PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Babat terus berupaya memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat tetap terjaga secara optimal.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, tim PLN mengerahkan 14 personel untuk melaksanakan agenda pemeliharaan padam atau har off rutin dua tahunan di wilayah Kabupaten Lamongan.

Fokus utama dalam kegiatan pemeliharaan yang digelar pada Minggu (19/7) ini adalah peralatan T/R Bay Trafo 2 yang berlokasi di Gardu Induk (GI) 150 kV Paciran.

Belasan personel Pemeliharaan (HAR) GI ULTG Babat yang diterjunkan langsung ke lapangan tersebut terdiri atas tim pelaksana teknis dan para pengawas pekerjaan.

Langkah pemeliharaan ini dilakukan secara terencana dengan skema penghentian operasional sementara pada peralatan yang menjadi target perbaikan dan pengecekan.

Tujuan utama dari perawatan berkala ini adalah untuk memastikan seluruh kondisi fisik dan fungsi peralatan listrik di GI Paciran tetap bekerja sesuai standar mutu yang ditetapkan.

Baca Juga: Cegah Gangguan Jaringan, Personel PLN Amankan Benda Asing di SUTT 70 kV Banaran-Pare

Selain itu, kegiatan ini juga sangat krusial sebagai upaya deteksi dini apabila terdapat potensi anomali atau penurunan performa pada perangkat jaringan.

Dengan mengetahui potensi kerusakan lebih awal, pihak PLN dapat mencegah terjadinya gangguan berskala besar di kemudian hari sekaligus menjaga keandalan distribusi penyaluran tenaga listrik.

Dalam proses pengerjaannya, tahapan pemeliharaan ini selalu diawali dengan pengarahan teknis atau briefing guna mematangkan koordinasi antar-petugas.

Seluruh personel juga diwajibkan melakukan identifikasi terhadap setiap potensi bahaya di lokasi kerja agar rangkaian proses perbaikan berjalan lancar.

Setelah tahapan persiapan dipastikan aman, tahap pemeriksaan hingga perawatan menyeluruh akhirnya dieksekusi dengan pengawasan ketat.

Seluruh rangkaian pekerjaan dipastikan mematuhi prosedur operasi standar dan kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku. (*)

Editor : Mizan Ahsani
paciran gardu induk listrik lamongan pln