‘’Terutama terkait fondasi dan rancangan bisnisnya,’’ kata Direktur Utama PT SIER Didik Prasetyono dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (12/1).
Didik meyakini KIA bakal menarik calon investor nasional dan asing. Bahkan, angka penanaman modal asing (PMA) diperkirakan mencapai 50 persen. Penanam modal dari dalam negeri diprediksi mendominasi industri pangan.
‘’Asalkan mampu menyajikan infrastruktur kawasan industri yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan daerah lain,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, PT SIER bersiap membuat master plan pengembangan KIA. Mulai dari infrastruktur jalan, saluran air, sumber energi, dan ketersediaan air bersih.
Pihaknya ingin memastikan KIA punya nilai ekonomis dan berkelanjutan. ‘’Paling tidak butuh empat tahun untuk pematangan kawasan,’’ucapnya.
Sebagai mitra bisnis, PT SIER tengah melakukan penjajakan dengan beberapa taipan asing potensial. Pengelola kawasan industri seluas 332 hektare di Surabaya dan Sidoarjo itu menjadikan KIA sebagai salah satu bahan pameran industri di Jerman, April mendatang.
‘’Kami diundang oleh Kementerian Perindustrian, Ngawi akan diperdagangkan di sana,’’ ungkap Didik.
Selain KIA, juga mempromosikan sektor ketahanan pangan di Ngawi kepada sejumlah calon investor. Sebab salah satu penghasil padi terbesar di tanah air. ‘’Potensial untuk menarik investor bidang industri pangan dan pengolahan pangan,’’ ujarnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto