Apalagi, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Semen, Paron, itu diketahui pernah melakukan aksi serupa tiga tahun lalu. ''Kami sangat menyayangkannya,'' kata Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar, Kamis (19/1).
Heru penasaran dengan protokol tetap (protap) keamanan ruang Teratai. Dalam kasus merawat para pasien ODGJ, semestinya butuh pendekatan berbeda dari pasien umum. Sebab, penderitanya tidak mengalami gangguan kesehatan fisik, melainkan akal dan mental.
''SOP (standar operasional prosedur)-nya harus khusus guna mencegah pasien kabur,'' ujarnya.
Belakangan diketahui Kateno bernasib nahas dalam pelariannya. Dia ditemukan tewas tenggelam di aliran Bengawan Solo kemarin. Heru meminta RSUD dr Soeoroto menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga.
Faktor keamanan pasien, khususnya ODGJ, perlu dimasukkan materi evaluasi rutin triwulan atau tahunan. ''Peluang pasien kabur harus nol persen,’’ tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.
Heru mengatakan, materi evaluasi meliputi kinerja perawat dalam mengawasi pasien. Lalu, update kondisi fisik ruangan. Lalu, sistem antar makanan atau pakaian pasien. ''Bisa jadi butuh tambahan perawat atau fasilitas keamanan lainnya,'' ujarnya.
Sebelumnya, Kateno kabur dari ruang Teratai setelah jam makan sore. Dia memanfaatkan celah petugas yang hendak masuk ruang rehabilitasi.
Ketika gembok pintu dibuka, Kateno yang ternyata berdiri di dekat pintu menerobos keluar. Petugas tidak langsung mengejarnya. Sebab harus menutup pintu agar pasien lain tidak ikut kabur.
Direktur Utama RSUD dr Soeroto Agus Priyambodo mengakui kecolongan. Meski begitu, dia mengklaim protokol pengamanan diterapkan ketat. Sekeliling rumah sakit dibangun pagar setinggi dua meter.
Dua dari tiga ruangan di ruang Teratai sudah digembok. Satu ruangan sisa kemudian dipasang gembok pasca kaburnya Kateno. (sae/cor)
TANGGAPAN HERU ATAS KABURNYA PASIEN ODGJ
- Pengamanan pasien ODGJ butuh SOP khusus
- Keamanan pasien ODGJ masuk materi evaluasi rutin
- Evaluasi kinerja perawat, kondisi fisik ruangan, dan sistem antar makanan atau pakaian
- Tambah personel dan fasilitas bila memang kekurangan
Sumber: Diolah dari wawancara Editor : Hengky Ristanto