Sodiq mengungkapkan, anggaran pemenuhan sarpras sekitar Rp 10 miliar. Dana itu untuk pembangunan ruang perkuliahan, dosen, perpustakaan, dan laboratorium. Lengkap dengan kursi-meja dan lemari.
Lokasinya memanfaatkan bekas bangunan STKIP PGRI Ngawi dan kantor dinas perdagangan, perindustrian, dan tenaga kerja (DPPTK). ‘’Direhabilitasi menjadi ruangan perkuliahan sesuai rancangannya Polije,’’ ujarnya.
Proyek rehabilitasi kantor DPPTK dan bekas bangunan STKIP PGRI menjadi kampus rencananya dimulai bulan depan. Pemkab harus mengebut proses salin rupanya.
Menyusul tekad membuka penerimaan mahasiswa baru untuk dua program studi tahun ini. Di sisi lain, survei Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek guna penerbitan izin operasional PSDKU Polije. ‘’Kami berusaha secepatnya melengkapi kekurangan,’’ ucap Sodiq. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto