Perangkat daerah itu mengusulkan proyeknya pada perubahan atas APBD tahun berjalan 2023. ‘’Anggarannya sekitar Rp 900 juta,’’ kata Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti kemarin (15/3).
Yesi menyampaikan bahwa kondisi tribun telah selesai diobservasi. Rangka atap bangunan terbuka di sebelah barat alun-alun itu dinyatakan rusak berat. Plafon di beberapa titik ambrol. Kondisi lantai dan lanskap sekitarnya butuh peremajaan. Seperti pot bunga dan jalur pejalan kaki. ‘’Hampir semua komponennya rusak,’’ ujarnya.
DPUPR memilih membangun ulang ketimbang merehabilitasi tribun yang kelewat rusak. Setidaknya terdapat kebaruan pada alun-alun. DPUPR tengah mendesain konsep bangunan awal yang nantinya dipaparkan ke Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. ‘’Konsep awal ini tidak menghilangkan lanskap tribun ala Mataram Islam Surakarta yang menjadi kiblat budaya Ngawi,’’ ucapnya.
Yesi menyampaikan bahwa kepastian konsep bakal ditindaklanjuti dengan penyusunan desain perencanaan dan lelang. Rencana start pengerjaan Mei nanti. Targetnya tribun anyar bisa digunakan upacara 17 Agustus mendatang. ‘’Semoga tahapannya lancar,’’ ujarnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto