Budiono menggadaikan peralatan lengkap mulai traktor, roda, dan singkal. Uang yang diperoleh sekitar Rp 10 juta. Jangka waktu penebusannya empat bulan. Tempo tersebut bersamaan dimulainya musim tanam kedua. ‘’Selain kebutuhan Lebaran, uangnya untuk beli pupuk dan obat-obatan,’’ ujarnya.
Suciati, istri Budiono, mengatakan bahwa uang untuk beli baju Lebaran kedua anaknya. Sisanya untuk keperluan tanam padi selanjutnya. ‘’Daripada traktor dibiarkan nganggur di rumah setelah panen,’’ ucapnya.
Bukan hanya Budiono yang menggadaikan traktor. Kepala Cabang Kantor Pegadaian Ngawi Rianto Agustinus mengungkapkan, jumlah penggadai mesin pembajak sawah ramai dalam sepekan terakhir. Kantornya didatangi empat hingga lima orang per hari. ‘’Setelah panen biasanya banyak yang menggadaikan traktor. Kali ini ada peningkatan karena bertepatan momen Lebaran,’’ ujarnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto