Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemilik Warung Pilih Telur Kecil karena Lebih Murah

Hengky Ristanto • Jumat, 19 Mei 2023 | 20:12 WIB
MAHAL: Mahalnya harga telur ayam di Pasar Besar Ngawi membuat pedagang kehilangan banyak pembeli. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
MAHAL: Mahalnya harga telur ayam di Pasar Besar Ngawi membuat pedagang kehilangan banyak pembeli. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Harga telur dan daging ayam di Pasar Besar Ngawi (PBN) terus melambung. Kenaikannya di rentang Rp 4 ribu hingga Rp 7 ribu dalam sepekan terakhir. ‘’Jumlah pembeli berkurang banyak,’’ kata Siti Nurrahmah, salah satu pedagang PBN, kemarin (18/5).

Harga telur ayam di kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram. Sepekan lalu masih Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan ayam potong yang biasanya Rp 32 ribu, kini menjadi Rp 36 ribu per kilogram.

Menurut Siti, harga telur ayam mahal karena stoknya belakangan tidak melimpah. Produktivitas ayam petelur berkurang karena pengaruh cuaca tidak menentu dan suhu dingin. Di sisi lain, permintaannya tinggi karena musim hajatan. ‘’Kemungkinan warga punya hajat langsung beli ke peternak. Sehingga stok untuk pasar berkurang,’’ ujarnya.

Yusuf, salah satu pemilik warung makan di PBN, mengatakan bahwa mahalnya harga telur ayam membuatnya berpikir keras. Dia harus mencari telur berukuran kecil karena harganya lebih murah. ‘’Saya tidak mungkin menaikkan harga satu porsi makanan karena nanti banyak pelanggan mengeluh,’’ ucapnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto
#harga telur naik #Pasar Besar Ngawi #harga daging ayam #pedagang PBN sambat