Penutupan mulai Kamis (18/5) lalu itu dipicu ambrolnya salah satu bagian fondasi. Jembatan tersebut kini pilih-pilih pengguna jalan. Mobilitas terganggu lantaran hanya kendaraan roda dua yang boleh melintas. ‘’Roda empat tidak boleh lewat karena berbahaya,’’ kata Marsudi, warga setempat, kemarin (19/5).
Marsudi mengatakan, kerusakan jembatan diketahui sejak tujuh bulan lalu. Kondisinya semakin parah usai banjir bandang beberapa hari lalu. Selain faktor bencana alam, kerusakan juga dipengaruhi konstruksi jembatan yang cukup tua. Sepengetahuannya belum pernah ada perbaikan besar sejak dibangun periode 1980-an. ‘’Semoga segera diperbaiki,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ngawi Mohammad Sadli mengatakan bahwa Jembatan Winong belum bisa diperbaiki tahun ini. Sebab, pihaknya telah mengalokasikan anggaran perbaikan dua buah jembatan di APBD 2023. ‘’Keduanya jembatan di ruas Jalan Tepas–Kayut dan Kandangan–Ploso,’’ urainya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto