Wiwien mengatakan, komisi III meminta agar penyesuaian standardisasi olimpiade kolam renang tidak meninggalkan fungsinya sebagai wahana wisata. Perubahan tersebut mengakomodasi usulan cabang olahraga (cabor) dan klub renang.
‘’Kami tidak menambah kedalaman maupun panjang. Jadi kolam renang nantinya tidak akan meninggalkan peruntukannya untuk wisata,’’ ujarnya.
Disparpora menegaskan bahwa proyek face-off tetap mempertahankan kearifan lokal Taman Wisata Tawun. Perangkat daerah itu segendang sepenarian dengan mitra kerjanya di legislatif. Objek wisata itu bagian tidak terpisahkan dari sendang air yang digunakan untuk tradisi Keduk Beji, Desa Tawun.
‘’Kami telah menampung saran dari paguyuban pedagang, masyarakat, maupun pemerintah desa setempat,’’ ucapnya.
Wiwien mengungkapkan, rencana penyusunan DED face-off telah diajukan ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), 25 Mei lalu. Pihaknya berharap dapat dianggarkan di perubahan APBD 2023.
‘’Kami akan mengajukan anggaran face-off tahun depan. Disetujui tidaknya tergantung TAPD,’’ paparnya sembari menyebut rencana revitalisasi meliputi perubahan pintu masuk, lokasi tiket, akses masuk kendaraan, dan wahana permainan anak. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto