Target itu tak asal hitung. Meredanya pandemi Covid-19, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), serta lumpy skin disease (LSD) jadi alasannya. ‘’Optimistis perekonomian kembali bergerak,’’ kata Kabid Tata Kelola Sarana Distribusi Perdagangan DPPTK Ngawi Susana Ika Herawati kemarin (15/6).
Menurut Susana, peningkatan PAD Rp 700 juta realistis. Sebab transaksi jual-beli di pasar tradisional dan hewan kembali mengeliat. Uang pun berputar cepat. ‘’Pasar Legi, misalnya. Setiap pasaran sekitar 500 ekor ternak yang masuk,’’ ujarnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto