NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Puluhan pohon tanjung di sisi utara Jalan PB Sudirman, Ngawi, terdampak proyek pedestrian jalan setempat. Pepohonan yang saat ini bercokol di jalur lambat itu akan dipindah dan disuntik mati.
Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) menyangkal anggapan langkah tersebut tidak mendukung pelestarian lingkungan. ‘’Karena kami akan menggantinya dengan pohon asam Jawa,’’ kata Kabid Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti kemarin (11/7).
Yesi menyebutkan jumlah 55 pohon tanjung terdampak proyek pedestrian PB Sudirman. Dari hasil identifikasi bersama dinas lingkungan hidup (DLH) dan rekanan pelaksana proyek, hanya 35 pohon yang dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro.
Sisa 20 pohon tidak memungkinkan dievakuasi karena ukurannya kelewat besar. Selain akarnya terlalu dalam dan lebar, usianya juga sudah tua. ‘’Perlu ditebang dan suntik mati agar tidak bisa hidup lagi,’’ ujarnya.
Proses penebangan dan pemindahan pohon menggunakan alat berat. Pengerjaan itu bakal mengganggu pengguna jalan. Prosesnya didampingi DLH agar pohon yang dievakuasi bisa tetap hidup ketika ditanam kembali. ‘’Pohon-pohon ini asetnya DLH,’’ ucapnya.
Yesi menyampaikan bahwa konsep pedestrian PB Sudirman tanpa pot bunga. Jalur pejalan kaki sepanjang 400 meter itu akan terlihat lapang. Namun tetap teduh dengan keberadaan puluhan pohon asam Jawa pengganti. ‘’Proses pemindahannya dimulai pekan ini,’’ ujarnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya