NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Pembangunan ulang Jembatan Guyung, Desa Guyung, Gerih, Ngawi, memaksa adanya rekayasa lalu lintas. Akses penghubung Desa Geneng dan Gerih menuju Kendal atau sebaliknya itu tidak dapat dilintasi kendaraan bermotor selama pelaksanaan rebuilding.
Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah membahas rekayasanya dengan dinas perhubungan (dishub) dan Satlantas Polres Ngawi.
‘’Karena pembongkaran jembatan dimulai pekan depan,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi Rachmat Fitrianto.
Rachmat mengungkapkan, rekanan pelaksana bakal membangun jembatan darurat di sebelah Jembatan Guyung. Jembatan bailey itu hanya diperuntukkan pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat harus memutar melalui jalan alternatif di desa sekitarnya.
‘’Ditutup total untuk mobil, truk, dan bus,’’ urainya.
Rekanan pemenang tender diberi tugas melebarkan Jembatan Guyung dari empat menjadi delapan meter. Selain itu menghancurkan fondasi tengah jembatan yang menginjak usia 100 tahun itu. Sebab keberadaannya malah mengganggu aliran air sungai.
‘’Tendernya sudah selesai dengan nilai kontrak Rp 5,2 miliar,’’ sebutnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya