NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi mengevaluasi program bedah rumah. Khususnya sinkronisasi data calon penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) bersumber dana desa maupun bantuan keuangan (BK).
''Koordinasi dengan disperkim (dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman)," kata Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno kemarin (10/8).
Kabul mengatakan, penetapan calon penerima bedah rumah selama ini melalui musyawarah desa (musdes). Sebagai acuan, data RTLH milik disperkim nantinya disebar ke 213 desa.
"Agar bisa satu data untuk program bedah rumah tahun depan,'' ujarnya.
Sebanyak 639 unit RTLH diperbaiki tahun ini. Jumlahnya naik dibandingkan tahun lalu 213 unit. Peningkatan itu karena tambahan BK dari pemkab. Sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui perbaikan RTLH.
"Tahun ini ada tiga rumah yang dibedah per satu desa,'' ucapnya sembari menyebut satu desa diminta menganggarkan DD minimal minimal Rp 20 juta untuk bedah rumah. (sae/cor)
Editor : Mizan Ahsani