Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Puluhan Pasien ODGJ Unjuk Kebolehan Menari-Baca Puisi

Budhi Prasetya • Senin, 14 Agustus 2023 | 16:00 WIB

LUWES: Lima pasien ODGJ LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa unjuk kebolehan menari, Sabtu (12/8) lalu. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
LUWES: Lima pasien ODGJ LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa unjuk kebolehan menari, Sabtu (12/8) lalu. (ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI)
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tangan dan kaki lima pria yang mengenakan pakaian tradisional ini bergerak serempak di atas panggung. Gerakan menari tangan dan kaki masing-masing tampak luwes. Sesekali bergerak maju, mundur, dan berputar mengikuti irama musik.

Eits, jangan salah sangka. Mereka bukan penari profesional yang kerap tampil dari satu panggung ke panggung lainnya. Kelima pria yang menari tu pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LSK) Rehabilitasi Jiwa Assifa, Desa Cempoko, Ngrambe, Ngawi.

‘’Mereka dilatih selama dua bulan,’’ kata Dimas Saputra, pimpinan LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa, kemarin.

LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa menggelar pentas seni dan pertunjukan fesyen, Sabtu (12/8) lalu. Acara dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-19 lembaga itu menampilkan berbagai pertunjukan dengan peserta puluhan ODGJ.

Antara lain, kreasi tari, baca puisi, dan selawat. Penampilan mereka membuat kagum penonton yang sebagian besar warga setempat.

Menurut Dimas, berkesenian menjadi salah satu obat untuk penyakit gangguan mental. Sebab rasa senang yang ditimbulkan dapat mengalihkan depresi. Apresiasi dari masyarakat turut memotivasi hingga mempercepat penyembuhannya.

‘’Proses latihannya cukup sulit. Kami harus berusaha membuat pasien tetap fokus,’’ paparnya.

Ada 200 pasien ODGJ di LSK Rehabilitasi Jiwa Assifa. Sebanyak 50 di antaranya sudah rawat jalan. Sisanya dirawat di panti rehabilitasi. Selain Ngawi, banyak yang berasal dari luar daerah.

‘’Di antaranya, Lampung, Surabaya, Kediri, dan Boyolali,’’ urainya.

Nur Rokhim, 52, pasien ODGJ asal Boyolali, salah satu peserta tari kacong. Dia senang bisa unjuk kebolehan menari.

‘’Saya sudah setahun di sini. Sebentar lagi pemeriksaan terakhir dokter akan keluar,’’ ucap pria yang depresi setelah ditinggal pergi istri tersebut. (sae/cor)

Editor : Budhi Prasetya
#odgj ngawi #menari #pasien odgj #pakaian tradisional