NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Ngawi tak sekali ini saja terjadi. Sebelum laka maut bus Eka dan Sugeng Rahayu yang menewaskan empat orang pada Kamis (31/8) pagi, sepanjang tahun ini juga terjadi banyak insiden laka lantas.
Bahkan tahun 2022 lalu lebih parah. DI sepanjang 2022, angka laka lantas di Ngawi tembus 1.031 kejadian. Parahnya, 133 nyawa melayang akibat ribuan kejadian laka lantas tersebut.
‘’Kenaikannya signifikan,’’ kata Kasatlantas Ngawi AKP Achmad Fahmi Aditama.
Diketahui, pada 2021 lalu, ada 661 kejadian laka lantas dengan 98 korban. Baik jumlah kejadian maupun korban jiwa bertambah signifikan.
Data yang dimiliki Polres Ngawi, laka lantas paling sering terjadi di Jalan Raya Ngawi–Magetan. Termasuk di wilayah Geneng yang menjadi TKP laka lantas Eka dan Sugeng Rahayu pada hari ini.
Sempat dianalisis petugas, keberadaan Tol Trans Jawa (TTJ) juga mempengaruhi black spot tersebut. Lantaran semakin banyak kendaraan melewati tol, jalan lintas provinsi tersebut jadi lebih sepi.
Alhasil, kendaraan semakin ngebut. ‘’Bisa jadi karena lebih sepi, mengingat banyak kendaraan beralih lewat tol ketimbang jalur arteri,’’ ujarnya.
Juga ada beberapa faktor lainnya. Misalnya, jalan rusak atau penerangan jalannya minim. ‘’Hasil dari penyelidikan untuk menentukan langkah pencegahan guna meminimalkan kecelakan lalu lintas,’’ jelas Fahmi. (sae/naz)
Editor : Mizan Ahsani