Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bus Sugeng Rahayu Kerap Terlibat Laka di Ngawi dan Madiun, Ini Daftar Kejadiannya

Budhi Prasetya • Kamis, 31 Agustus 2023 | 19:46 WIB

LAKA TUNGGAL: Bus SR W 7216 UZ terguling di di Balerejo, Selasa (31/5) lalu. Kemarin polisi menetapkan sopir bus itu sebagai tersangka. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
LAKA TUNGGAL: Bus SR W 7216 UZ terguling di di Balerejo, Selasa (31/5) lalu. Kemarin polisi menetapkan sopir bus itu sebagai tersangka. (R. BAGUS RAHADI/JAWA POS RADAR MADIUN)
 

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun –  Kecelakaan maut antara bus Eka nopol S 7551 US dan Sugeng Rahayu bernopol W 7572 UY di utara RS Geneng, Kecamatan Geneng, pada Kamis (31/8) pagi, menambah daftar panjang insiden jalan raya di wilayah Madiun Raya.

Menurut catatan Jawa Pos Radar Madiun, kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan bus Sugeng Rahayu di jalanan Kabupaten Ngawi pernah terjadi sebelumnya.

Bus Sugeng Rahayu nopol W 7179 UZ terguling di Jalan Ngawi-Mantingan masuk Desa Banyubiru, Widodaren, Selasa (9/4) tahun 2019 silam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu menyebabkan belasan penumpang dan awak bus luka-luka.

"Tidak ada korban jiwa," kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo, ketika diwawancari awak media saat itu.

Dirinya menjelaskan jika Cipto menjelaskan laka lantas bermula saat bus melaju dari barat (Solo) dengan kecepatan tinggi. Sesaat setelah melewati tikungan tajam, muncul kendaraan dari arah berlawanan.

Mengetahui kondisi itu, sopir bus banting setir ke arah kiri. Keluar badan jalan, bus meluncur sekitar 50 meter sebelum akhirnya terguling mengahantam pohon jati hingga roboh.

"Sopir bus patah kaki. Seluruh penumpang luka-luka," imbuh Cipto.

Selain itu, bus Sugeng Rahayu juga pernah mengalami celaka di jalanan Kabupaten dan Kota Madiun. Dari catatan Jawa Pos Radar Madiun, tiga kecelakaan tercatat pada bulan Mei, Agusus dan September. Berikut rangkuman beritanya: 

Sugeng Rahayu Terguling di Madiun, 20 Penumpang Luka-Luka

Sejumlah penumpang bus Sugeng Rahayu nopol W 7216 UZ jurusan Solo-Surabaya terlempar dari tempat duduknya semula. Pun tindih-menindih, setelah bus itu terhenti dalam posisi terguling.

Laka lantas tunggal itu terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, masuk Desa Jerukgulung, Balerejo, sekitar pukul 10.30 WIB Selasa (31/5) tahun 2022 lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya dua penumpang terluka parah akibat ulah sopir bus yang diduga ugal-ugalan saat mengemudi.

Ketika itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto mengungkapkan, insiden bermula saat bus Sugeng Rahayu melaju dengan kecepatan tinggi dari barat (Madiun) ke timur (Surabaya).

Bus itu mendahului bus Sugeng Rahayu lain di jalur bermarkah tidak terputus. Manuver menyalip antar-armada satu perusahaan itu berhasil. Namun, petaka datang setelahnya.

‘’Ada truk searah di depan yang mengurangi kecepatan,’’ katanya.

Suwarto, 55, sopir bus Sugeng Rahayu, berupaya menghindari truk. Warga Kelurahan Kutawinangun, Tingkir, Salatiga, itu refleks membanting setir ke kiri agar tidak menyeruduk truk dari belakang. Berhasil.

‘’Saat menghindari truk itu ada pengendara motor di ruang tempat sopir bus mengubah haluan ke kiri,’’ ungkap Roni.

Lagi-lagi, dalam kecepatan tinggi, Suwarto spontan memutar setir ke arah kanan. Nahas, laju bus menjadi tak terkontrol. Bus pun terguling dan melintang di tengah badan jalan. Bodi kiri bus menempel aspal.

‘’Analisis kami, laka karena kelalaian pengemudi bus,’’ ujarnya.

Saat kejadian, para penumpang terkocok di dalam bus. Setelah bus terhenti, mereka menyelamatkan diri keluar lewat kaca depan dan belakang bus yang pecah. Warga sekitar dan pengguna jalan membantu mengevakuasi.

‘’Total 19 penumpang mengalami luka-luka dirawat di RSUD Caruban, dua di antaranya patah tulang tangan. Tidak ada korban jiwa dan sopir hanya babras-babras,’’ jelas Roni.

Hasil penyelidikan, pihak kepolisian akhirnya menetapkan Suwarto, sopir bus, sebagai tersangka kecelakaaan tunggal tersebut. Lelaki asal Kelurahan Kutawinangun, Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, itu dinilai lalai saat berkendara hingga mengakibatkan sejumlah penumpang luka-luka.

‘’Hasil gelar perkara awal hari ini (kemarin, Red), Suwarto ditetapkan sebagai tersangka,’’ kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto, Minggu (5/6) tahun lalu.

Sebelumnya, polisi telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi laka bus SR tersebut. Gelar perkara juga sudah dilakukan sebagai tindak lanjut penanganan. Dari keterangan sejumlah saksi didapat informasi Insiden bermula saat bus melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi.

Bus Sugeng Rahayu jurusan Solo-Surabaya tersebut didapati mendahului bus Sugeng Rahayu lainnya. Nahas, setelah berhasil menyalip, truk yang melaju searah di depannya mengurangi kecepatan. Suwarto banting stir dan manuver laiinya hingga akhirnya bus yang dikemudikannya terguling.

Sugeng Rahayu Sasak Dua Sepeda Motor, Tiga Korban Tewas di Lokasi Kejadian

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Solo, masuk Desa Kincang Wetan, Jiwan, Kabupaten Madiun, Kamis dini hari (10/8) tahun lalu. Insiden yang melibatkan dua sepeda motor dan bus Sugeng Rahayu itu merenggut tiga korban jiwa.

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) itu bermula saat Siti Sundari, pengendara motor AE 3231 CA melaju di Jalan Hasanudin dari arah selatan ke utara sekitar pukul 03.00 WIB. Pedagang ikan asin di Pasar Kincang itu hendak menyeberang di Jalan Raya Solo menuju ke arah timur.

Nahas, saat bersamaan bus SR nopol W 7377 UZ yang dikemudikan Budi Hendrawan, warga Sidoarjo, melaju dari arah timur (Madiun) ke barat. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan. Setelah menabrak sepeda motor Siti, sopir spontan membanting kemudi ke arah kanan.

Namun, justru kembali menyantap sepeda motor Honda GL Max AE 3408 PJ yang dikendarai Lukas Edi Kurniawan, 21, berboncengan dengan Igar Giras, 25, warga Desa Grobogan, Jiwan, Kabupaten Madiun.

‘’Ketiga pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko, waktu itu.

Usai  kejadian, jenazah para korban dibawa ke RSUD dr Soedono Madiun. Sementara dua sepeda motor yang tertabrak bus Sugeng Rahayu rusak parah. Bahkan, Honda GL Max tinggal kerangkanya karena terbakar. Diduga akibat terjadi gesekan antara tangki BBM dan aspal jalan yang menimbulkan percikan api.

Ambulans Jenazah Melaju, Nyelonong Sugeng Rahayu

Perjalanan jenazah warga asal Ponorogo dari Surabaya ke rumah duka terhenti di Kota Madiun. Gegaranya, mobil ambulans Daihatsu Gran Max nopol L 1456 NV pengantar jenazah terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Senin siang (19/9) tahun 2022 lalu.

Mobil ambulans yang dikemudikan Misbakhul Anwar, 21, warga Tulangan, Sidoarjo, melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Basuki Rahmat sekira pukul 11.15 WIB. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), bus Sugeng Rahayu (SR) nopol W 7368 UZ yang dikemudikan Anas Subeki, 37, warga Jururejo, Ngawi, nyelonong keluar dari Terminal Bus Purbaya Madiun dan hendak menyeberang.

Lantaran jarak antara kedua kendaraan terlalu dekat, insiden tabrakan tak dapat dihindari. Dugaaan sementara, pengemudi bus kurang konsentrasi.

‘’Padahal, mobil ambulans telah menyalakan sirine,’’ kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota Iptu Aris Winarko, saat diwawancarai awak media saat itu.

Kedua kendaraan yang terlibat laka lantas telah diamankan di mapolres setempat. Termasuk sopir bus SR, diperiksa di Satlantas Polres Madiun Kota.

‘’Berdasarkan pasal 134 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, mobil ambulans memiliki hak utama atau diprioritaskan. Kasus ini masih kami dalami dari keterangan sejumlah saksi,’’ terangnya. (sib)

Editor : Budhi Prasetya
#kecelakaan maut #sugeng rahayu #sopir ugal-ugalan #Laka Lantas #bus terguling