NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Ribuan warga Ngawi hidup dalam garis kemiskinan. Dinas sosial (dinsos) mendata sedikitnya 2.300 jiwa masuk kategori miskin ekstrem per tahun ini.
''Tersebar di 150 desa dan kelurahan,'' kata Kabid Perlindungan Dan Jaminan Sosial Dinsos Ngawi Mochamad Turnawan.
Hasil verifikasi dan validasi (verval) dinsos menemukan bahwa ribuan warga miskin ekstrem terdiri dari dua kelompok. Yakni, warga lanjut usia atau penyandang disabilitas yang hidup sebatang kara.
Juga, warga yang rumahnya tidak layak huni dan penghasilannya terendah dibandingkan wilayah sekitar.
''Nantinya diintervensi dengan BLT (bantuan langsung tunai) dari DBHCHT (dana bagi hasil cukai hasil tembakau)," ujarnya.
Turnawan mengungkapkan, total BLT DBHCHT Rp 3 miliar untuk 2.300 warga prasejahtera ekstrem. Penerimaannya dalam tiga bulan.
"Kami masih membuat formulasi penyaluran BLT DBHCHT untuk pengentasan kemiskinan," tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya