NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Organisasi masyarakat mendesak Bawaslu serius mengusut kasus video deklarasi dukungan ke paslon tertentu yang melibatkan Kades Sambiroto, Padas, Sri Mulyono.
Apalagi, keputusan membuat video tersebut disebut-sebut berdasarkan instruksi orang penting di asosiasi kepala desa (AKD) Ngawi.
Sebagaimana keterangan sang kades ketika diperiksa komisoner Bawaslu, Senin (12/2) lalu.
"Harus diselidiki secara serius. Artinya, ada tekanan atau intimidasi,’’ kata Agus Fathoni, anggota Warga Pengawas Netralitas (WPN) Ngawi, kemarin (13/2).
Agus menanti taji Bawaslu menyelidiki lebih dalam kasus dugaan pelanggaran netralitas kades Sambiroto.
Yakni mencari tahu sosok orang penting AKD yang disebut Yoni, sapaan akrab Sri Mulyono.
Keterangan yang menyebut kades dalam posisi tidak aman bila tak membuat video deklarasi perlu ditelaah.
"Karena efek deklarasi sangat besar bagi masyarakat desa, maka Bawaslu harus mengungkapnya ke publik,’’ ujarnya.
Menurut Agus, warga desa rentan terpengaruh dengan pilihan kepala maupun perangkat desa.
Pihaknya khawatir seandainya kades tidak hanya diminta membuat video deklarasi, namun menggalang suara warga.
"Politik di desa masih sangat Kades sentris. Ini cara culas yang harus dilawan,’’ tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya