NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Teriakan keras terdengar di sekitar perlintasan sebidang jalur ganda di Desa Wonokerto, Kedunggalar, Ngawi, Kamis (15/2) kemarin.
Teriakan peringatan itu ditujukan ke seorang pengendara sepeda motor Suzuki Shogun yang hendak melintas perlintasan tanpa palang pintu tersebut.
Tak berselang lama terdengar benturan bersamaan laju Kereta Api (KA) Sancaka. Sepeda motor Suzuki Shogun yang dikendarai Sri Wahyuni terlihat terseret sekitar 500 meter.
"Keretanya langsung menabrak. Korban terseret sekitar 500 meter,’’ ungkap Sugiyanto, warga setempat.
Akibat insiden tersebut, korban meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Kondisi jasad Sri cukup memprihatinkan, mengingat kerasnya benturan.
Sementara itu, Kapolsek Kedunggalar AKP Juwahir, mengatakan motor korban terseret sejauh satu kilometer, ditemukan dalam kondisi hancur.
"Kereta api sempat berhenti darurat karena motor korban tersangkut di lokomotif,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan korban yang tercatat sebagai warga Desa Wonokerto, dalam kesehariannya berdagang di Pasar Kedunggalar.
Pada saat kejadian, korban perjalanan pulang dari pasar Kedunggalar yang lokasinya tidak jauh dari TKP.
Kapolsek Kedunggalar juga menyebut jika sebelum kejadian, korban sempat diperingatkan oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
"Sempat diteriaki oleh masyarakat. Tapi salah mengawasi arah sebaliknya,’’ ucapnya.
Dari informasi yang dihimpun, KA Sancaka melintas dari arah barat. Namun korban justru menoleh ke jalur arah sebaliknya usai mendengar teriakan warga.
AKP Juwahir mengimbau pengguna jalan lebih berhati-hati ketika melintasi perlintasan KA tanpa palang pintu. (sae/cor)
CELAKA SEPULANG DARI PASAR
- Sri Wahyuni mengendarai motor Suzuki Shogun hendak menyeberangi perlintasan kereta api jalur ganda tanpa palang pintu di Desa Wonokerto, Kedunggalar, Ngawi, kemarin (15/2).
- Di saat bersamaan melaju KA Sancaka dari arah barat. Warga berteriak memberitahu pedagang sayur itu.
- Namun, korban menengok ke arah jalur kereta dari arah timur. Tabrakan tidak terhindarkan.
- Korban terseret sejauh 500 meter dan motornya satu kilometer.
(Sumber: Diolah dari wawancara)
Editor : Budhi Prasetya