NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Prasarana pendukung Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi belum komplet.
Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) mencatat masih butuh 31 unit perangkat komputer lengkap dengan printer-nya.
Peralatan tersebut untuk mendukung pelayanan puluhan instansi yang berkantor di MPP Ngawi.
‘’Pengadaannya tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar,’’ kata Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto.
Totok mengatakan nantinya ada 39 instansi yang menempati MPP. Sementara ini baru 24 instansi yang sudah membuka loket pelayanan.
Pihaknya terus mengevaluasi kemungkinan menambah jenis pelayanan secara bertahap. Bukan hanya perangkat daerah lingkup pemkab, namun juga BUMN, BUMD, dan instansi vertikal.
‘’Beberapa instansi vertikal sudah masuk. Tapi baru dua atau tiga hari kerja dalam satu minggu, belum full lima hari,’’ bebernya.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menambahkan, pekerjaan rumah MPP bukan hanya melengkapi prasarana.
Namun juga mengisi kafe rooftop yang saat ini belum ditempati. Pihaknya bakal segera melelang fasilitas yang berada di lantai tiga tersebut.
"Biar segera dimanfaatkan,’’ ujarnya.
Ony mengatakan, coworking space MPP juga perlu segera dimanfaatkan. Keberadaan fasilitas itu untuk kalangan anak muda.
‘’Wadah anak-anak muda memajukan industri kreatif di Ngawi,’’ tuturnya. (sae/cor)
PEKERJAAN RUMAH MAL PELAYANAN
- Pengadaan 31 unit komputer
- Mencari pengguna kafe rooftop
- Pengisian coworking space