NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tiga investor asal Hong Kong menancapkan kuku investasinya di Ngawi.
Dua di antaranya membangun pabrik di Kecamatan Geneng dan satu di Kecamatan Kasreman.
Penanaman modal tiga taipan luar negeri tersebut tak urung membuat Pemkab Ngawi full senyum.
Selain memperbaiki iklim invetasi, keberadaan pabrik baru itu juga berpotensi mengurangi angka pengangguran di Ngawi.
"Ada yang sudah pembangunan dan proses pembebasan lahan,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto.
Totok mengatakan, tiga investor ini bergerak di industri manufaktur mainan. Pihaknya belum mengantongi nilai investasi ketiga taipan Hong Kong.
Sebab pelaporan dilakukan per semester melalui aplikasi di Kementerian Investasi.
"Jika semuanya berjalan, perkiraan ada 10 ribu lowongan pekerjaan terbuka,’’ ujarnya.
Menurut dia, serapan tenaga kerja dari pabrik padat karya bakal meningkatkan perekonomian masyarakat.
Selain memangkas angka pengangguran, juga menumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan usaha rumah kos.
"Ada multiple efek,’’ ucapnya.
Totok mengatakan, banyak daerah berlomba menarik investasi dalam negeri maupun luar negeri.
Kebanyakan menawarkan lahan yang luas dan lokasi strategis, pelayanan perizinan mudah, dan upah pekerja yang relatif terjangkau.
"Kami bergerilya presentasi potensi Ngawi agar investor tertarik,’’ ujarnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya