NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Jika dimaknai denotasi, peribahasa ada gula ada semut agaknya tak berlaku di Ngawi.
Bagaimana tidak, saat ini Warga Ngawi mengaku kesulitan mendapatkan gula pasir. Alhasil, tak nampak kerumunan semut di wadah penyimpanan gula.
Ya, saat ini gula pasir sulit ditemukan di sejumlah toko. Salah satunya seperti di ritel milik PT Pinguin di Jalan Ronggo Warsito, Kelurahan Ketanggi, Ngawi.
Stok gula di gudang menipis. Pasokan gula dari pabrik sempat terlambat sekitar dua pekan sejak Lebaran.
"Stok-stok di toko banyak yang kosong, persediaan di gudang menipis," kata Direktur PT Penguin Indo Logistik Endrik Widodo, Selasa (23/4).
Endrik menyampaikan bahwa sejak menjelang Lebaran pasokan gula dari pabrik mulai berkurang.
Salah satu faktornya banyak pabrik gula yang tutup giling. Selain itu, juga maraknya praktik jual beli gula dengan sistem pesan duluan.
Kendati barangnya masih stay di pabrik, tapi sudah ada pemiliknya.
"Sehingga saat ini belum ada pasokan lagi," terangnya.
Dia menuturkan harga gula curah di ritel saat ini mencapai Rp 17 ribu per kilogram. Sementara gula premium per kilogramnya Rp 18 ribu.
Saat ini permintaan gula cukup banyak. Khususnya gula curah. Sebab momen pasca Lebaran biasanya banyak yang punya hajatan.
"Sekarang permitaan banyak," terangnya. (sae/den)