NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Seorang buruh tani tewas kena setrum jebakan tikus beraliran listrik. Adalah Kasiran, 51, warga Desa Tawun, Kasreman.
Jasadnya ditemukan terbujur kaku di lahan padi masuk Desa Legokulon, kecamatan setempat, Minggu (5/5).
Sawah tempat kejadian perkara (TKP) milik Suparman, 59, warga Desa Kartoharjo, Ngawi.
Begini ceritanya. Sekitar pukul 08.00, Suparman berniat mematikan jebakan tikus beraliran listrik di sawahnya.
Setelah tidak ada lagi aliran listrik pada kawat yang dibentangkan mengelilingi petak lahan, dia lantas mengecek tanaman.
Tak dinyana, matanya malah mendapati jasad Kasiran.
''Saya langsung lapor perangkat, dia (Kasiran, Red) merupakan pekerja di sawah orang lain,'' terang Suparman.
Saat ditemukan, jasad Kasiran tergeletak dengan tangan kiri tersangkut kawat jebakan tikus.
Korban merupakan pekerja di sawah milik Joyo Sudarmo, 60, warga Desa Kandangan, Ngawi yang bersebelahan dengan TKP.
''Kami datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Jenazah dibawa ke RSUD dr. Soeroto untuk visum,'' kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Ngawi Iptu Harli Prabowo.
Harli menyampaikan, korban tewas diduga akibat kena setrum jebakan tikus beraliran listrik.
Barang bukti berupa trafo dan kawat diamankan. Sementara pemilik alias pemasang jebakan, Suparman, diamankan polisi.
''Dia (Suparman, Red), saat ini masih dimintai keterangan. Kasus ditangani Polsek Padas,'' ungkapnya. (sae/den)
Editor : Mizan Ahsani