NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Jangan memaksakan diri. Kata-kata itu tepat untuk pengingat atas kejadian laka air di Waduk Kedung Bendo, Ngawi, ini.
Harto Sudiro, warga Desa Gunungsari, Kasreman, Ngawi, akhirnya ditemukan tak bernyawa setelah dilaporkan tenggelam hari Minggu (19/5) lalu.
Jasad lelaki 36 tahun itu ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (20/5) kemarin. Proses pencarian korban sempat terkendala.
Hal tersebut disampaiakan Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Satpol PP Ngawi Purwanto. Airkerus Waduk Kedung Bendo sempat menyulitkan penyelam.
Selain itu, kedalaman waduk yang mencapai empat sampai delapan meter juga disebut menjadi foktor penghambat pencarian korban.
"Korban diangkat dari dasar waduk oleh penyelam dari Basarnas," terangnya.
Purwanto menyampaikan, Sudiro diduga tenggelam saat berusaha menyeberangi waduk dengan cara berenang.
Bentang panjang waduk yang hendak diseberangi mencapai sekitar 50 meter. Korban disinyalir kehabisan napas lalu tenggelam.
Kejadian itu pertama diketahui oleh sejumlah pemancing di sekitar lokasi. Warga kemudian melapor ke kepala desa dan dilanjutkan ke polisi.
"Diduga berenang tanpa alat memadai dan kehabisan napas," ungkapnya.
Kades Gunungsari Minto mengatakan, korban kala itu sempat diketahui hendak panen jagung di lahan seberang waduk.
Korban berangkat bersama kedua anaknya, menyeberangi waduk menggunakan perahu getek.
"Korban berenang menyeberangi waduk untuk mengambil air (minum, Red) yang ketinggalan,'' ucap Minto. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya