NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas angkat topi untuk Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi.
Orang nomor satu di Kementrian PAN-RB itu mengapresiasi fasilitas MPP Ngawi yang terintegrasi dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM) tersebut.
Sanjungan tersebut disampaikan saat meresmikan MPP Ngawi hari Kamis (27/6) kemarin.
Kegiatan itu berbarengan peresmian 205 MPP lain di tanah air yang dilakukan melalui sambungan video telekonferensi.
"Penggabungan MPP dengan UMKM keren sekali,’’ kata Anas.
Anas juga memuji pelayanan publik di MPP yang telah berjalan dengan baik sejak soft launching pada Desember 2023 lalu.
Apalagi lokasi gedung pelayanan publik itu juga strategis sehingga memudahkan masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi MPP yang disiapkan dengan baik dan serius. Tentu ada kekurangan, tapi bisa dievaluasi dan disempurnakan,’’ tuturnya.
Menurut dia, MPP melatih integrasi layanan di satu lokasi. Dirinya berharap ada MPP digital yang menyatukan layanan lewat portal online.
Tujuannya masyarakat mengakses layanan administrasi cukup melalui gadgetnya masing-masing.
"Secara bertahap dikembangkan,’’ pinta mantan bupati Banyuwangi periode 2010–2015 dan 2016–2021.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebutkan, MPP diisi 20 instansi dan 60 jenis layanan saat soft launching. Jumlahnya kini bertambah menjadi 39 instansi dengan 152 layanan.
"Ini bentuk komitmen Pemkab Ngawi untuk memastikan pelayanan masyarakat yang cepat, efektif, efisien, transparan, dan aktuntabel,’’ urainya.
Jumlah pengunjung MPP saat ini di rentang 800 hingga 1.000 orang per hari. Bupati optimistis MPP dapat mengatasi permasalahan masyarakat dengan cepat.
Belum lagi adanya ruang pameran UMKM, coworking space, dan kafe rooftop yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat.
"Pemkab Ngawi melakukan efisiensi dan integrasi dari 128 aplikasi digital menjadi 60. Jadi lebih ringkas,’’ pungkasnya. (sae/cor/*)
Editor : Budhi Prasetya