NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Usia tidak dapat dibohongi. Sejumlah jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) 25 tumbang setibanya di Pendapa Wedya Graha, Ngawi, Sabtu (29/6) malam.
Mereka ditengarai mengalami kelelahan usai menempuh perjalanan jauh dari Arab Saudi ketanah air.
"Ada beberapa yang kurang sehat,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi Moh. Wahib.
Wahib menyebutkan total 363 haji asal Ngawi tergabung di kloter 25. Setelah bus yang mengangkut rombongan tersebut tiba di Pendapa Wedya Graha, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan.
Hasilnya ditemukan sejumlah haji yang kondisinya kurang baik. Mereka kemudian dirawat di dalam mobil ambulans.
"Setelah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya membaik, akhirnya diperbolehkan pulang,’’ ujarnya.
Ngawi memberangkatkan 381 jemaah haji tahunini. Mereka terbang ke Tanah Suci secara terpisah dalam lima kloter. Meliputi kloter 10, 22, 25, 54, dan 104.
"Tinggal dua jemaah haji kloter 54 dan 104 yang belum pulang,’’ ungkapnya.
Wahib mengungkapkan, jemaah haji dari kloter 54 yakni Djaelani meninggal di RS An Nur, Makkah, Sabtu lalu.
Warga Desa Gentong, Paron, itu sempat masuk kamar perawatan karena kondisi kesehatannya drop.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Djaelani yang awalnya ikut kloter 25 sempat dirawat di RS Haji Surabaya.
"Akhirnya berangkat ikut kloter 54. Semua proses ibadah hajinya selesai,’’
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang menyambut kedatangan para haji mengucapkan belasungkawa.
"Semoga menjadi haji yang mabrur,’’ tuturnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya