NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Laporan jebolnya tanggul Dam Sungai ketonggo sudah didengar Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Jawa Timur.
Ternyata, peristiwa jebolnya tanggun Dam Sungai Ketonggo itu bukan kali pertama. Setidaknya itu yang pernah dicatat DPUSDA Jatim.
Jebolnya tanggul Dam di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi, tanggal 28 Juni lalu merupakan kali kedua.
Sebelumnya, DPUSDA Jatim pernah menemukan permasalahan serupa di titik lain, pada bulan Maret lalu.
"Jadi sudah dua kali jebol,’’ kata Bagus Yudanto, perwakilan DPUSDA Jatim Wilayah Ngawi, Selasa (2/7).
Bagus mengungkapkan, kerusakan tanggul Dam Sungai Ketonggo tiga bulan lalu telah mendapatkan penanganan darurat.
Pihaknya memasang bronjong kawat dan bebatuan berlapis terpal guna mencegah air sungai meluber.
"Tanggul darurat itu cukup efektif. Tapi ternyata ada titik lain yang jebol karena tingginya curah hujan,’’ ujarnya.
Titik kerusakan tanggul yang baru telah dicek. DPUSDA Jatim Wilayah Ngawi berniat melakukan penanganan darurat.
Progresnya masih menunggu desain dan anggaran dari kantor yang ada di Surabaya.
"Kami fokus penanganan darurat sebagai langkah jangka pendek agar petani tidak terdampak,’’ ucapnya.
Bagus menyebutkan total 1.884 hektare wilayah baku jaringan irigasi Sungai Ketonggo.
Pihaknya bakal mengusulkan perbaikan permanen sebagai langkah jangka panjang.
"Kami usulkan anggaran sambil merencanakan desain perbaikan,’’ pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Budhi Prasetya