NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan grub Drumband Genderang Suling Gita Jala menjadi magnet tersendiri dalam kirab pusaka Hari Jadi Ke-666 Ngawi, Selasa (2/7) kemarin.
Atraksi yang ditunjukkan personel Drumband Genderang Suling Gita Jala mengundak decak kagum warga Kabupaten Ngawi yang memadati jalan rute yang dilewati rombongan kirab pusaka.
Penonton terhibur dengan aksi dan kepiawaian grub drumband dari Akademi Angkatan Laut (AAL) itu.
"Kami turut memeriahkan acara jamasan dan kirab pusaka dalam rangka Hari Jadi Ngawi tahun ini," kata Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Supardi.
Ratusan taruna unjuk gigi dengan peranti yang dipegang masing-masing. Mulai snare drum, tenor drum, bass drum, trio tom, marching bell, cymbal, hingga stik mayoret.
Perform apik itu juga disertai gerakan-gerakan atraktif yang menhibur warga yang menonton di sepanjang Jalan Merdeka, Yos Sudarso, kawasan Simpang Tugu Kartonyono, dan Jalan Ahmad Yani.
Pihak AAL berkolaborasi dengan pemkab untuk bersama-sama memeriahkan Hari Jadi Ngawi sebagai bentuk pengabdian ke masyarakat.
Dia berharap, kehadiran TNI AL bisa menginspirasi pemuda untuk berminat menjadi taruna TNI Angkatan Laut.
"Membangun maritim kita demi kejayaan bangsa dan negara Republik Indonesia, khususnya untuk tahun emas 2045 nanti," ujarnya.
Supardi mengaku memiliki histori yang baik dengan Ngawi. Pria yang lahir di Desa Mojomanis, Kwadungan, pada 9 Agustus 1967 itu merasa bangga terhadap kabupaten ini.
Menurutnya, Ngawi punya kearifan lokal yang luar biasa. Masyarakatnya selalu mengutamakan kebersamaan dan kedamaian.
"Itu modal utama negara, harus dilandasi ikhlas dan loyalitas terhadap negara," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya