NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pengelolaan limbah dan sampah medis di pondok kesehatan desa (ponkesdes) di Dusun/Desa Boan, Bringin, Ngawimenarik perhatian Bupati Ony Anwar Harsono.
Itu setelah adanya temuan tumpukan limbah atau sampah medis di area belakang salah satu ponkesdes di Kabupaten Ngawi itu.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Pun, dirinya menyayangkan hal yang disebutnya kelalaian petugas tersebut.
Sejumlah jarum suntik, botol obat, dan alat medis lain diduga dibuang di area tersebut tanpa pengelolaan yang tepat.
"Sangat disayangkan sekali limbah medis dibuang sembarangan," ungkap Ony , Minggu (14/7).
Ony, sapaan akrab Ony Anwar Harsono, menegaskan, hal tersebut tidak boleh terulang lagi. Dia berharap pengelolaan limbah atau sampah medis dilakukan sesuai ketentuan.
"Seharusnya limbah medis dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus dan tidak dibuang sembarangan," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono menjelaskan bahwa limbah medis dari puskesmas dan jaringannya seharusnya dikumpulkan ke puskesmas.
Setelah terkumpul di puskesmas, lanjutnya, sampah medis itu ditampung dengan kontainer khusus sebelum diambil pihak ketiga seminggu sekali.
"Terkait temuan limbah medis yang dibuang sembarangan itu, kami akan cek lapangan," kata Yudono.
Dia menekankan, limbah medis di ponkesdes atau polindes tidak boleh ditempatkan secara terbuka. Sebab, berpotensi membahayakan dan melukai warga.
Disinggung soal keteledoran tenaga kesehatan, Yudono menyatakan bahwa dinkes akan melakukan investigasi lebih lanjut.
"Jika terbukti ada kelalaian, maka akan diberikan teguran kepada yang bertanggung jawab," ucapnya. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya