Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Semarak Karnaval Desa Brangol: Pasukan Berani Tani Bangkitkan Semangat Generasi Muda

Mizan Ahsani • Kamis, 22 Agustus 2024 | 23:59 WIB
MASKOT: Penampilan epik maskot Pawai Karnaval Budaya Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, dari nomor urut C-05. (PEMDES BRANGOL)
MASKOT: Penampilan epik maskot Pawai Karnaval Budaya Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, dari nomor urut C-05. (PEMDES BRANGOL)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, bersama warganya, menggelar pawai karnaval budaya yang semarak pada 20 Agustus lalu.

Dengan tema "Pasukan Berani Tani," acara ini bertujuan mengajak generasi muda untuk tidak malu menjadi petani dan terjun langsung ke sektor pertanian.

Pasalnya, pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Kepala Desa Brangol Harun Al-Rasyid menjelaskan bahwa tema ini diangkat sebagai respons terhadap kekhawatiran akan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap pertanian.

"Jika keadaan ini dibiarkan, akan berdampak serius terhadap ketahanan pangan nasional," ujar Harun.

PERFORM: Tim tari dari Laskar Tani kreasi ibu-ibu Desa Brangol menyuguhkan tema cerita pertanian, tampil serempak di depan panggung utama. (PEMDES BRANGOL)
PERFORM: Tim tari dari Laskar Tani kreasi ibu-ibu Desa Brangol menyuguhkan tema cerita pertanian, tampil serempak di depan panggung utama. (PEMDES BRANGOL)

Dalam karnaval ini, berbagai simbol dan lambang pertanian dipamerkan, mulai dari maskot, gunungan sayuran berbentuk naga, hingga tarian kreasi "Laskar Tani" oleh ibu-ibu desa.

Gunungan hasil bumi yang menjadi pusat perhatian di pawai ini disusun menyerupai sebuah gunung, yang melambangkan kemakmuran desa.

Tak hanya itu, simbol-simbol lain seperti Dewi Sri yang mewakili kemakmuran padi, sepasang burung elang yang melambangkan semangat dan perlindungan.

Selain itu, ada tokoh-tokoh punakawan yang sarat makna filosofis turut mewarnai acara.

"Keberadaan alat-alat modern seperti traktor juga dipamerkan sebagai simbol kemajuan teknologi dalam pertanian," tambah Harun.

UNIK: Kreasi dari hasil bumi berupa sayur-sayuran yang dirangkai menjadi gunungan berbentuk naga. (PEMDES BRANGOL)
UNIK: Kreasi dari hasil bumi berupa sayur-sayuran yang dirangkai menjadi gunungan berbentuk naga. (PEMDES BRANGOL)

Acara ini juga mengangkat isu penting tentang cara membasmi hama tikus tanpa menggunakan listrik.

Yakni, melalui gropyokan massal atau dengan menghadirkan musuh alami seperti burung hantu.

"Karnaval ini bukan sekadar pawai, tapi juga bentuk tanggung jawab kita untuk membesarkan petani Indonesia dan memajukan bangsa," pungkas Harun.

Ia berharap, semangat yang ditunjukkan oleh warga Desa Brangol dapat menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda, untuk terus berkontribusi dalam sektor pertanian.

Karnaval budaya ini diakhiri dengan penampilan tumpeng naga hasil bumi dan maskot ketela raksasa yang mengundang antusiasme warga. (rio/naz/*)

Editor : Mizan Ahsani
#ketahanan pangan #generasi muda #Karangjati #pertanian #ngawi #desa