Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kejar Joran Hanyut, Pemancing Tenggelam di Waduk Pondok Ngawi, Pencarian Korban Libatkan Basarnas

Asep Syaeful • Rabu, 11 Desember 2024 | 21:00 WIB
PENYISIRAN : Petugas gabungan mencari pemancing yang tenggelam di Waduk Pondok, Desa Gandong, Bringin, Ngawi, Selasa (10/12).
PENYISIRAN : Petugas gabungan mencari pemancing yang tenggelam di Waduk Pondok, Desa Gandong, Bringin, Ngawi, Selasa (10/12).

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Nasib nahas harus dialami Budiono. Pemancing itu tenggelam di Waduk Pondok Ngawi hari Selasa (10/12).

Warga warga Desa Ngale, Paron, Ngawi itu dilaporkan tenggelam sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa itu sempat membuat panik teman korban dan pemancing lainnya.

Ketenangan suasana Waduk Pondok yang ada di Desa Gandong, Bringin, Ngawi, pun berubah. Petugas gabungan yang menerimalaporan kejadian segera mendatangi lokasi.

Unit pemadam kebakaran (damkar), personel Polri dan TNI, serta relawan turut melakukan pencarian.

Upaya tersebut hingga mendatangkan petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Unit Siaga Search and Rescue (SAR) Bojonegoro.

Lima jam kemudian, pemancing berusia 47 tahun yang tenggelam itu berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Budiono sudah tidak bernyawa.

"Ditemukan di dasar waduk, sekitar 20 meter dari titik awal tenggelam,’’ ungkap Kapolsek Padas AKP Suyitno. 

Suyitno mengatakan, visum luar yang dilakukan tim medis Puskesmas Padas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga penyebab kematiannya murni tenggelam.

"Jasad diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,’’ ujarnya.

Peristiwa ini bermula saat Budiono memancing ikan di Waduk Pondok dengan metode masuk ke air hingga setengah badan.

Menurut Samsudin, 40, tetangga sekaligus teman korban, Budiono sempat kembali ke tepi untuk meletakkan tas berisi handphone sebelum kembali menyebur ke air. 

Namun, angin kencang membuat joran milik korban hanyut. Upaya mengejar joran malah membuatnya tenggelam.

Meski sempat berteriak minta tolong, namun upaya penyelamatan sulit dilakukan.

"Saya mau menolong tapi jaraknya jauh,’’ ucapnya sembari menyebut dirinya berada di daratan dengan jarak sekitar 20 meter dari titik Budiono tenggelam.

Samsudin mengatakan, sejumlah pemancing yang menggunakan perahu berusaha menolong. Namun gagal karena korban sudah tenggelam lebih dalam.

"Akhirnya dilaporkan ke warga sekitar dan polisi,’’ imbuhnya.

Novix Heryadi, komandan Basarnas Unit Siaga SAR Bojonegoro, mengatakan bahwa proses pencarian cukup sulit.

Terkendala jarak pandang nol akibat air waduk yang keruh dengan kedalaman 2,5 meter.

Pihaknya menggunakan berbagai metode meliputi penyisiran, pembuatan ombak, dan penyelaman.

"Meski sulit, korban akhirnya ditemukan dengan insting dan teknik penyisiran,’’ ungkapnya. (sae/cor)

Editor : Budhi Prasetya
#pemancing #Tenggelam #ngawi #Waduk Pondok #basarnas