NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kecelakaan beruntun terjadi di ruas jalan Ngawi - Maospati pada hari Minggu siang tanggal 5 Januari 2025.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu masuk di wilayah Desa Kedungglagah, Geneng, Ngawi.
Sedikitnya lima kendaraan terlibat dalam kecelakaan beruntun terebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu dipicu manuver bus Sugeng Rahayu yang menghindari pengendara sepeda motor yang terjatuh karena jalan licin.
Diketahui pengedara motor a bernama Aprilia, warga Desa Sidokerto, Karangjati, Ngawi. Ia membonceng kedua anaknya yang masih balita.
Aprilia saat itu tengah perjalanan pulang dari Telaga Sarangan. Perempuan 45 tahun tersebut melaju dari arah selatan menuju utara.
Sampai di lokasi kejadian, mendadak sepeda motor yang dikendarai terjatuh akibat jalan penuh lumpur.
Diduga, lumpur tersebut adalah bekas tanah atau material proyek pembangunan pabrik mainan anak-anak yang terbawa kendaraan berat.
"Saya dari Telaga Sarangan mau pulang, sampai sini jatuh karena jalan licin, beruntung masih selamat," terangnya.
Beruntunya, bus Sugeng Rahayu bernopol W 7962 UN yang ada di belakangnya sempat mengerem setelah mengetahui Aprilia terjatuh.
Namun, rem mendadak yang dilakukan sopir bus bernama Uun Wudiyanto, warga Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun itu membuat kendaraan dibelakangnya kalang kabut.
Alhasil, empat kendaraan di belakang bus Sugeng Rahayu terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.
"Jadi ada ibu bawa dua anak kecil di depan saya di jalan lumpur yang licin itu terjatuh, terus saya mengerem mendadak hingga terlibat tabrakan beruntun," terang Uun.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi membenarkan kejadian tersebut. Rinciannya, posisi paling depan bus Sugeng Rahayu jurusan Surabaya - Bandung.
Lalu di belakangnya Kijang Inova nopol P 1094 XR, yang dikemudikan Jumali, asal Desa Katak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Kemudian mobik plat merah Toyota Avanza nopol AE 1271 FP, yang dikemudikan Ahmad Sofingi, asal Desa Klorongan, Geger, Kabupaten Madiun.
Disusul dibelakangnya mobil Toyota Avanza nopol AD 1927 EF, yang dikemudikan Andi Sulidtyo, asal Desa Karangboyo, Kecamatan Cepu, Blora.
Mobil Kijang Inova nopol AB 1713 IK, yang dikemudikan Muhammad Yusuf Arkaan, warga Yogyakarta, berada di urutan paling belakang.
"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun ini," terangnya.
Terkait kondisi jalan penyebab jatuhnya pengendara roda dua itu, pihaknya masih melakukan pendalaman.
Namun demikian, dia tidak memungkiri bahwa banyak material lumpur yang dibawa kendaraan proyek pembangunan pabrik menempel di jalan. Apalagi sebelum kejadian terjadi hujan.
"Hingga kini masih kami dalami," ucap Ipti Parsidi. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya