NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi Pasar Kedunggalar, Ngawi, mengundang keprihatinan kalangan legislatif.
Itu setelah sejumlah anggota Komisi III DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional di Kecamatan Kedunggalar.
Sidak yang digelar hari Selasa 4 Februari 2025 itu menindaklanjuti keluhan para pedagang.
Para wakil rakyat itu mendapati sejumlah temuan. Diantaranya, atap Pasar Kedunggalar bocor dan saluran airnya tersumbat.
Selain itu, anggota Komisi dewan menilai jika akses jalan pasar tradisional itu sempit. Hal itu dirasa membuat aktivitas jual-beli terganggu.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Ngawi Erning Yuli Asnunik, banyak bagian bangunan Pasar Kedunggalar yang butuh perhatian serius.
Salah satu masalahnya atap bangunan yang rusak dan tersingkap. Kerusakan itu membuat air hujan mudah masuk.
"Mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli,’’ ujarnya.
Saluran air yang tidak berfungsi dengan baik juga menjadi persoalan. Akibatnya, air hujan tidak mengalir lancar hingga menciptakan genangan.
Pihak legilatif mendorong pemkab untuk segera memperbaiki kerusakan Pasar Kedunggalar. Sebab bila dibiarkan kerusakannya akan semakin parah.
"Yang terpenting, pedagang dan pembeli bisa beraktivitas dengan nyaman, terutama di musim hujan ini,’’ ucapnya.
Komisi III DPRD Ngawi juga mendapati akses jalan di dalam pasar tradisional itu sempit.
Kondisi itu membuat pedagang yang mengangkut dagangan menggunakan angkong kesulitan bergerak di tengah lorong pasar.
Pelebaran jalur dan penataan ulang dibutuhkan agar mobilitas pedagang lancar.
"Minimal ada perbaikan dalam waktu dekat, meskipun belum bisa menyeluruh,’’ tutur politikus Partai Gerindra tersebut.
Erning juga mencatat keluhan pedagang ihwal turunnya jumlah pembeli. Karena itu, pihaknya akan mengundang dinas perindustrian, perdagangan, dan tenaga kerja untuk rapat dengar pendapat (hearing).
Mencari solusi atas permasalahan yang membelenggu Pasar Kedunggalar.
"Kami akan berkoordinasi untuk memastikan pasar ini bisa lebih tertata dan kembali ramai,’’ pungkasnya. (sae/cor/*)
Editor : Budhi Prasetya