NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Kecelakaan tunggal terjadi di Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.
Sebuah truk tangki terjun bebas masuk hingga ke dasar Sungai Gendingan pada hari Selasa 18 Maret 2025.
Sopir truk tak bisa menyelamatkan diri lantaran terjepit di ruang kemudi.
Informasi yang dihimpun, sopir tersebut bernama Agus Purnomo, warga Desa Gabus, Kecamatan TUnggurono, Jombang.
Truk dengan nomor polisi (nopol) S 9578 U itu terperosok lalu terjebur ke sungai sekitar pukul 05.30 WIB.
Kecelakaan tunggal itu sempat menggegerkan warga desa setempat. Itu setelah mereka mendengar suara dentuman keras.
Penasaran, enam warga segera menuju ke ara sumber suara. Setibanya di lokasi kejadian, mereka mendapati truk nyungsep di dasar sungai sedalam enam meter itu.
Kondisi kendaraan berbodi bongsor itu ringsek. Warga dibuat terjeut saat melihat sopir terjepit di dalam ruang kemudi.
"Kami menggunakan alat seadanya (sopir, Red) tidak bisa (dievakuasi, Red)," ucap Kanitgakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi.
"Menggunakan truk derek juga tidak mampu, akhirnya memanggil crane dari Solo," terangnya lebih lanjut.
Selain terkendala kedalaman sungai, proses evakuasi terhambat lantaran posisi ruang kemudi yang berada di bagian bawah.
Sopir yang terjepit riskan dievakuasi jika dipaksakan tanpa bantuan crane. Selain itu, medan sangat sulit dijangkau.
Petugas kepolisian akhirnya meminta petugas medis Puskesmas Walikukun untuk asesmen dan penanganan awal sambil menunggu crane tiba.
Menurut petugas medis, kondisi Agus Purnomo masih stabil meski lemas akibat terjepit dan mengalami luka gores di wajah serta beberapa bagian tubuh.
Untuk menjaga kondisinya, tim medis memberikan infus kepada korban yang masih terjebak di ruang kemudi kendaraan yang disopirinya itu.
Crane tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. Proses evakuasi berlangsung dramatis.
Truk diangkat dengan posisi sopir yang masih terjepit di dalam ruang kemudi. Itu menyebabkan korban beberapa kali merintih kesakitan.
Apalagi kondisi medan yang sempit membuat bodi truk sempat membentur badan jembatan.
Setelah setengah jam berupaya menaikkan ke darat, truk berhasil diangkat ke jalan.
Namun kaki kanan sopir masih terjepit sehingga membutuhkan derek tambahan untuk membebaskannya.
"Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dengan selamat," terang Parsidi.
Dia mengatakan, begitu kaki Agus berhasil keluar dari himpitan ruang kemudi, tim medis langsung memberikan penanganan di kursi kemudi.
Sebab korban mengalami patah tulang bagian kaki kanannya. Penanganan pertama lanjutan segera dilakukan tim medis.
Setengah jam berikutnya, Agus segera ke RS Widodo Ngawi untuk penanganan lebih lanjut sekitar pukul 10.00 WIB.
"Terkait penyebab kecelakaan, masih kami selidiki. Apakah korban mengantuk atau rem blong," ujarnya.
Proses evakuasi yang menggunakan alat berat menyebabkan kemacetan total di jalur Solo-Ngawi baik dari arah barat atau timur.
Bahkan kemacetan mencapai lima kilometer. Setelah bangkai truk berhasil dievakuasi, arus lalu lintas kembali lancar. (sae/den)
Editor : Budhi Prasetya