Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lonjakan Permintaan Sedot Tinja di Ngawi, Disperkim: Kesadaran Sanitasi Meningkat

Asep Syaeful • Sabtu, 5 April 2025 | 17:10 WIB
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Ngawi melayani banyak permintaan per triwulan pertama 2025. FOTO: ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Ngawi melayani banyak permintaan per triwulan pertama 2025. FOTO: ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Permintaan layanan sedot lumpur tinja di Kabupaten Ngawi melonjak tajam pada triwulan pertama 2025.

Hingga akhir Maret, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) mencatat 110 permintaan penyedotan.

Angka itu sudah mencapai separuh dari total 200 permintaan sepanjang tahun lalu.

“Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi,” ujar Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi, Pipit Dwi Herlina, Sabtu (5/4).

Pipit menjelaskan, idealnya tangki septik dikuras setiap tiga tahun sekali agar sistem pengolahan tetap optimal.

Jika dibiarkan terlalu lama, tangki cepat penuh dan rawan menimbulkan gangguan kesehatan.

“Kami juga mengecek kondisi infrastruktur sanitasi warga, apakah sudah layak atau perlu perbaikan,” tambahnya.

Namun, pihaknya masih menemukan praktik pembuangan sembarangan oleh sejumlah truk sedot WC swasta.

Limbah tinja langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dulu.

Di sisi lain, kapasitas Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Ngawi masih terbatas.

Saat ini daya tampung maksimal hanya 10 ton lumpur, dengan waktu proses antara satu hingga tiga hari.

“Artinya, jika semua limbah masuk IPLT, kami belum sanggup menanganinya secara penuh,” pungkas Pipit. (sae/cor)

 

Editor : Hengky Ristanto
#Disperkim #ngawi #IPLT #sedot tinja