Jawa Pos Radar Madiun – Menabung bukan hanya soal masa depan finansial. Di Ngawi, anak muda juga diajak berpikir jauh tentang ibadah haji.
Sebab, antrean menunaikan rukun Islam kelima itu saat ini telah mencapai 33 tahun.
Jika mendaftar tahun ini, calon jemaah baru akan berangkat ke Tanah Suci pada 2058.
‘’Masa antrean terus bertambah seiring semakin banyaknya pendaftar,’’ kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Ngawi Masun Azali Amrullah kemarin (29/4).
Amrullah menjelaskan, calon jemaah haji yang berangkat tahun ini merupakan pendaftar pada Februari hingga Juli 2012.
Dengan kalimat lain, periode menunggu meningkat lebih dari dua kali lipat. ‘’Dulu hanya sekitar 13 tahun, kini menjadi 33 tahun,’’ sebutnya.
Situasi ini menjadi tantangan terutama bagi calon jemaah yang sudah lanjut usia saat mendaftar.
Jika mendaftar usia 50 tahun, berangkatnya sudah 83 tahun. Umur tersebut tergolong rentan dan berisiko.
‘’Karena itu, jemaah haji yang berangkat saat ini sebagian besar lansia,’’ ujarnya.
Kemenag mendorong masyarakat untuk mendaftar sejak muda. Dengan begitu, saat masa pemberangkatan tiba, kondisi fisiknya masih relatif kuat dan prima.
‘’Syaratnya cukup mudah, hanya saja memang perlu kesiapan setoran awal sekitar Rp 25 juta,’’ pungkas Amrullah. (sae/cor)
Berikan rekomendasi judul versi SEO online yang menarik untuk artikel berita di atas. Buatkan meta deskripsi untuk Google Discover 140 karakter dan tag/kata kunci.
Editor : Hengky Ristanto