Jawa Pos Radar Ngawi – Kabupaten Ngawi bersiap menyambut Hari Jadi ke-667 dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan gelaran serangkaian acara meriah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Mulai akhir Juni hingga September 2025, puluhan kegiatan budaya, sosial, olahraga, hingga ekonomi kreatif akan digelar di berbagai lokasi, menandai semangat kebangkitan daerah yang dikenal dengan slogan Ngawi Ramah.
Perayaan dimulai sejak 28–29 Juni 2025 melalui ajang Love and Respect Gathering XII – Indonesia Corolla Classic di Taman Candi Ngawi.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan Gerakan Pangan Murah (1 Juli), Ziarah Makam Hari Jadi (2 Juli), dan Jamasan Pusaka (3 Juli) sebagai bentuk pelestarian budaya leluhur.
Puncak Hari Jadi Ngawi digelar 7 Juli 2025 lewat Upacara Hari Jadi ke-667 di Halaman Pendopo Wedya Graha, disusul Pagelaran Wayang Kulit di Alun-Alun Ngawi.
Sementara itu, Festival Budaya Wirotani pada 7–12 Juli dan Pameran UMKM serta donor darah di Hari Koperasi (14 Juli) menjadi panggung kreativitas serta wujud kepedulian sosial.
Rangkaian kian semarak dengan KARTONYONO Nyambung Janji (22 Juli) dan Gebyar Methil & Panen Padi Ngawi 667 di Desa Legowetan yang mengangkat kekuatan ekonomi lokal dan pertanian berkelanjutan.
Tak kalah menarik, Festival Kopi Ngawi & Parade Musik akan menyapa masyarakat di Alun-Alun Timur pada 1–3 Agustus, dan ditutup dengan Ahad Pahingan Comfest "1 Dekade TKCI" pada 3 Agustus di Alun-Alun Ngawi.
Menyambut Hari Kemerdekaan, Ngawi juga menggelar Malam Tirakatan dan Renungan Suci pada 16 Agustus.
Lalu, diikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi, Ziarah Makam Pahlawan, dan Malam Resepsi Kenegaraan pada 17 Agustus.
Rangkaian perayaan ditutup dengan Ngawi Specta Carnival (23 Agustus) dan Jalan Sehat Hari Koperasi (24 Agustus).
Masih ada Festival Literasi (18 September), serta Drag Race dan Lomba Burung Berkicau pada September, menandai pesta rakyat yang tak hanya padat, tapi juga variatif.
Bupati Ngawi dalam keterangannya menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. (her)
Editor : Hengky Ristanto