Jawa Pos Radar Ngawi – Aktivitas Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Ngawi masih macet.
Sejak gedung eks Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) dialihfungsikan menjadi Kampus 5 Politeknik Negeri Jember (Polije), fasilitas pelatihan tenaga kerja belum beroperasi kembali.
Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam Sulandrianingrum menyebut, sebelum 2023, BLK masih berjalan di belakang kantor lama.
Namun, setelah gedung digunakan kampus, kegiatan pelatihan dihentikan sementara.
“Sekarang belum ada tempat tetap. Kegiatannya berhenti sejak gedung dipakai Polije,” ujarnya, Minggu (20/7).
Meski begitu, pihaknya tetap mengupayakan pelatihan melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Dana tersebut dimanfaatkan untuk pelatihan dan program pemagangan langsung di perusahaan. “Peserta langsung magang sesuai kebutuhan industri,” jelasnya.
Hingga pertengahan 2025, sekitar 100 peserta telah difasilitasi magang di PT Dwi Prima Sentosa dan PT Classita.
Program serupa akan dilanjutkan di PT GFG. Targetnya, jumlah peserta meningkat hingga 250 orang sampai akhir tahun.
Seluruh peserta program akan mengikuti uji kompetensi yang disertifikasi oleh lembaga resmi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.
“Peserta yang lolos akan memperoleh sertifikat kompetensi nasional dan berpeluang direkrut langsung perusahaan,” terang Nilam. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto