Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi siswa korban keracunan massal di Kecamatan Sine berangsur membaik.
Dari total 54 siswa SMKN 1 Sine dan SMP Muhammadiyah 4 Ngawi yang sempat dirawat, kini tinggal 14 orang yang masih menjalani perawatan di puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Heri Nur Fachrudin menyebut siswa sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Sine, Puskesmas Ngrambe, Puskesmas Tambakboyo, dan Klinik Aisyiyah.
’’Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,’’ katanya, Kamis (2/10).
Heri menjelaskan, keluhan siswa umumnya sakit perut, mual, dan pusing.
’’Alhamdulillah kondisi mereka membaik, tinggal 14 siswa yang masih dalam observasi di puskesmas,’’ jelasnya.
Selain penanganan medis, dinkes juga melakukan investigasi.
Sampel makanan, muntahan siswa, serta sisa bahan dari dapur penyedia sudah dikirim ke laboratorium kesehatan di Surabaya.
’’Kami menunggu hasil pemeriksaan dari pemprov Jatim. Nanti akan diinformasikan lebih lanjut,’’ ujarnya.
Heri memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah daerah.
’’Yang terpenting anak-anak segera sehat kembali dan bisa belajar seperti biasa,’’ tegasnya.
Secara medis, lanjutnya, gejala yang dialami para siswa merupakan keluhan umum.
Penyebab bisa beragam, mulai kuman, virus, hingga kondisi daya tahan tubuh yang menurun.
’’Apalagi di musim seperti ini, kasus serupa memang sering ditemui. Hanya jumlahnya tidak sebanyak kemarin,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto