Jawa Pos Radar Ngawi – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jagir, Kecamatan Sine, masih tutup hingga Jumat (17/10).
Fasilitas penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) itu berhenti beroperasi sejak insiden keracunan yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Sine, Rabu (1/10) lalu.
Pantauan di lokasi, suasana dapur tampak sepi.
Tak ada aktivitas memasak maupun distribusi makanan.
Bangunan yang biasanya digunakan untuk menyiapkan menu program pemerintah pusat itu kosong tanpa petugas maupun relawan.
Wakil Kepala SMKN 1 Sine Agustin Anang Prabowo mengatakan, sejak kejadian, siswa tidak lagi menerima kiriman MBG.
“Anak-anak kami arahkan jajan di kantin yang terpantau kebersihannya atau membawa bekal dari rumah,” ujarnya.
Menurut Agustin, banyak siswa dan orang tua yang masih trauma mengonsumsi makanan dari program tersebut.
“Kami tidak tahu alasan dapur belum beroperasi lagi. Tapi memang banyak yang belum berani,” imbuhnya.
Hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya memastikan adanya kontaminasi bakteri pada menu yang dikonsumsi sebelum kejadian.
Kepala Bidang SDMKF Dinas Kesehatan Ngawi Dhina Handayani membenarkan temuan itu.
“Ayam lada hitam positif mengandung Bacillus cereus, sedangkan sayur brokoli mengandung Staphylococcus aureus,” jelasnya.
Dinkes memberikan pendampingan dan rekomendasi agar pengelolaan makanan lebih higienis.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pelatihan petugas dapur program MBG.
“Kami akan lebih intens mendampingi dapur-dapur MBG lain yang masih beroperasi,” pungkas Dhina. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto