Jawa Pos Radar Ngawi – Revitalisasi infrastruktur pendidikan di Ngawi terkena imbas revisi anggaran dari pemerintah pusat.
Dari semula Rp19,1 miliar, kini hanya Rp14,3 miliar yang dikucurkan untuk memperbaiki sarana pendidikan di berbagai jenjang sekolah.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi, Zainal Fanani, menyebut perubahan itu berdampak pada besaran dana tiap lembaga penerima.
’’Alokasi per sekolah bervariasi menyesuaikan kebutuhan masing-masing,’’ ujarnya, Selasa (28/10).
Bantuan revitalisasi tersebut tersebar di 14 SD, 8 SMP, dan 3 TK. Nilainya disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
’’Ada yang fokus pada perbaikan ruang kelas, ada juga pembangunan toilet baru,’’ jelasnya.
Meski ada pemangkasan anggaran, Zainal menegaskan program revitalisasi tetap berjalan.
Fokusnya memperbaiki fasilitas agar kegiatan belajar-mengajar (KBM) lebih layak dan sehat.
’’Bukan besar kecilnya dana yang utama, tapi bagaimana setiap rupiah benar-benar berdampak bagi kualitas pendidikan,’’ tegasnya.
Dikbud memastikan seluruh proyek berjalan sesuai standardisasi teknis dan perencanaan.
“Kami pantau terus agar tidak ada deviasi dari rencana awal,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto