Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari, Kecamatan Jogorogo, Ngawi, terus berupaya mengembangkan potensi wilayahnya melalui berbagai sektor.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membangun lapangan desa yang representatif sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus aset sosial-ekonomi bagi warga.
Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Pemdes Tanjungsari, Fungki Yudi Anto, mengatakan keberadaan lapangan ini tidak hanya untuk fasilitas olahraga.
Lebih dari itu, juga wadah interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi warga.
“Lapangan ini menjadi tempat ideal untuk berolahraga rutin seperti sepak bola, voli, bulu tangkis, atau sekadar berlari dan senam,” terangnya.
“Aktivitas fisik teratur bisa menjaga kebugaran dan mengurangi risiko penyakit,” sambung Fungky.
Selain menjaga kesehatan, pembangunan lapangan juga diharapkan mendorong semangat olahraga di kalangan pemuda.
Melalui kegiatan seperti turnamen voli atau sepak bola, Pemdes berupaya menumbuhkan bakat dan prestasi olahraga di tingkat lokal.
“Dari pembinaan yang baik, kami berharap bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang kelak membawa nama baik desa,” imbuhnya.
Lapangan desa juga berfungsi sebagai ruang publik tempat warga berkumpul dan berinteraksi lintas usia.
Kegiatan olahraga maupun acara sosial diharapkan mempererat tali silaturahmi dan membangun solidaritas antarwarga.
“Ke depan, desa bisa lebih maksimal dalam mewadahi berbagai kegiatan masyarakat,” ujar Yudi.
Baca Juga: Inilah 21 Pemain Timnas U-17 Indonesia Siap Bertarung di Piala Dunia Qatar 2025
Tak hanya dari sisi sosial, keberadaan lapangan juga berdampak positif bagi ekonomi desa.
Setiap kali ada kegiatan besar seperti turnamen olahraga, pasar malam, atau pameran, area sekitar lapangan menjadi lokasi strategis bagi pelaku UMKM.
“Kegiatan seperti itu bisa mendorong pertumbuhan usaha lokal dan menambah pendapatan warga,” jelas Yudi.
Bahkan, menurutnya, lapangan yang dikelola baik memiliki nilai ekonomi strategis.
Pasalnya, dapat disewakan untuk kegiatan tertentu melalui BUMDes, sehingga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Lapangan ini kami harapkan menjadi jantung aktivitas desa yang mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang sosial, budaya, kesehatan, dan ekonomi,” pungkasnya. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani