Jawa Pos Radar Ngawi – Lubang di Jembatan Bangon makin mengkhawatirkan.
Kondisinya membahayakan pengendara, terutama yang tidak memahami medan di ruas Jalan Ngawi–Caruban itu.
Satu lubang besar bahkan sudah menganga hingga memperlihatkan besi jembatan.
’’Kamis (13/11) malam ada dua korban jatuh,’’ ujar Yoko, 35, warga sekitar, Sabtu (15/11).
Dia menyebut kerusakan memburuk selama dua pekan terakhir.
Tingginya intensitas hujan diduga mempercepat kerusakan permukaan jembatan.
’’Yang terperosok kebanyakan kendaraan luar daerah. Sering terjadi malam hari karena minim penerangan,’’ ungkapnya.
Pantauan lapangan menunjukkan sedikitnya empat titik lubang parah.
Dua di sisi kiri dan dua di sisi kanan jembatan.
Seluruh kerusakan berada di bagian barat jembatan.
Upaya tandai bahaya sudah dilakukan dengan memberi lingkaran putih.
’’Semalam belum ada tandanya. Pagi tadi saya lewat, sudah ada,’’ kata Yoko.
Jembatan Bangon merupakan jalur utama penghubung Caruban–Ngawi.
Setiap hari, truk bermuatan berat, mobil, dan sepeda motor dari berbagai daerah melintas.
Tak heran keluhan pengguna jalan terus berdatangan.
’’Segera kami tindak lanjuti,’’ ujar PPK 2.5 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali Rahmat Romadhon.
Rahmat menyampaikan, tim baru dapat turun akhir pekan ini.
Petugas masih menangani antrean penambalan lubang di beberapa ruas akibat musim hujan.
’’Petugas kami baru besok (15/11) sampai sana karena antre,’’ pungkasnya. (ululrubiyatun/sae/den)
Editor : Hengky Ristanto