Jawa Pos Radar Madiun – Madiun Putra FC (MPFC) memasuki fase krusial sebelum turun di kompetisi resmi.
Setelah menjalani serangkaian uji coba, skuad Blue Force dijadwalkan menggelar laga pemanasan terakhir melawan SBB Mojopurno di Lapangan Mojopurno, Jumat (6/12).
Manajer MPFC Unggul Akbar Mustaqqien mengatakan uji coba terakhir ini bukan soal mengejar kemenangan.
Namun, untuk mengukur efektivitas latihan penyelesaian akhir yang menjadi pekerjaan rumah tim dalam beberapa pekan terakhir.
“Skor bukan tujuan. Yang kami lihat adalah hasil latihan finishing sebagai PR sebelumnya,” ujar Unggul.
Meski tren performa MPFC cukup stabil setelah mengalahkan PSIL Madiun, Askring, dan Persemag, tim justru harus kehilangan dua pemain, Dimas dan Nabil, yang mengalami cedera.
Keduanya diperkirakan belum bisa tampil pada laga perdana Grup G.
MPFC berada satu grup dengan Perseta 1970, Inter Pemuda Kediri, dan Sinar Harapan.
Pertandingan pertama akan dilakoni pada Kamis (11/12) melawan Inter Pemuda Kediri di Lapangan Ngronggo, Kediri pukul 15.00 WIB.
“Strategi laga perdana sudah kami siapkan begitu jadwal keluar. Semuanya sudah dianalisis,” imbuh Unggul.
Untuk efisiensi anggaran, MPFC memilih sistem pulang–pergi Madiun–Kediri selama fase grup.
Antisipasi kelelahan dilakukan dengan pemulihan ice bath setelah laga.
Unggul memastikan target tim tidak berubah: lolos dari Grup G dan melangkah ke fase berikutnya.
“Rezeki sudah ada yang mengatur. Yang penting pemain tidak terbebani. Target tetap lolos grup,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto