Jawa Pos Radar Ngawi – Website resmi milik Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Ngawi diretas.
Halaman muka situs itu sejak Minggu (7/12) berubah menjadi berbahasa Thailand dan menampilkan gambar yang mengarah ke situs judi online (judol).
Perubahan tampilan tersebut juga terjadi pada sejumlah OPD lain yang menggunakan domain serupa.
Kepala Diskominfo SP Ngawi, Mahmud Rosyadi, membenarkan adanya serangan itu.
Ia menegaskan bahwa meski tampilan awal berubah, fungsi laman masih berjalan normal.
Setiap menu maupun berita tetap mengarah ke konten resmi milik pemerintah daerah.
“Saat halaman dibuka muncul judul dan deskripsi berbahasa Thailand dengan visual seperti situs judol. Tapi ketika diklik, tetap menuju informasi resmi,” ujar Mahmud.
Gangguan tersebut ternyata telah muncul sejak pertengahan November.
Diskominfo SP sempat mencoba menangani sendiri, namun masalah tak kunjung teratasi.
Setelah seminggu tanpa hasil, pihaknya melakukan koordinasi dengan Diskominfo Provinsi Jawa Timur.
Dari koordinasi itu diketahui bahwa serangan serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten/kota lain di Jatim.
Karena perbaikan di tingkat provinsi belum berhasil, akhirnya Diskominfo Ngawi meminta bantuan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Kami sudah dibantu BSSN pusat. Saat ini proses penanganan masih berjalan,” jelas Mahmud.
Ia mengakui tampilan yang berubah itu berdampak pada kenyamanan dan rasa aman publik saat mengakses layanan digital pemerintah.
Sebab tampilan yang tidak lazim dapat menimbulkan keraguan masyarakat.
“Kami berharap segera terselesaikan agar citra layanan digital pemerintah tidak terganggu,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto