Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Grojogan Dung Dondong, Air Terjun Musiman Cantik yang Tersembunyi di Tengah Sawah Ngawi

Asep Syaeful • Rabu, 10 Desember 2025 | 03:30 WIB
Grojogan Dung Dondong di Kenongorejo, Bringin, Ngawi, menawarkan pesona air terjun musiman yang alami dan masih jarang dikunjungi.
Grojogan Dung Dondong di Kenongorejo, Bringin, Ngawi, menawarkan pesona air terjun musiman yang alami dan masih jarang dikunjungi.

Jawa Pos Radar Ngawi – Di tengah hamparan persawahan Dusun Bareng, Desa Kenongorejo, Bringin, tersimpan pesona alam yang belum banyak diketahui warga.

Air terjun musiman Grojogan Dung Dondong hadir sebagai oase alami saat musim penghujan tiba.

Suasana hijau, tenang, dan jauh dari hiruk pikuk menjadi daya tarik utamanya.

Kepala Desa Kenongorejo, Parman, menyebut aliran air tersebut bersumber dari sungai hutan yang menuju Bendungan Pondok.

Di atas tebingnya terdapat sebuah sumur yang menjadi sumber air warga.

“Air terjunnya bagus, apalagi saat musim hujan debitnya deras. Ada sekitar tujuh pompa air yang terpasang di sumur itu,” ujarnya, Selasa (9/12).

Secara visual, Grojogan Dung Dondong memiliki karakter khas.

Air mengalir dari tebing tinggi, menghasilkan suara gemercik deras yang terasa menenangkan.

Lanskap persawahan dan area kebun jagung membuat lokasi ini tampak lebih natural.

Meski warna air kerap keruh akibat sedimentasi, kesan asri tetap terasa.

“Belum banyak yang tahu kalau ada air terjun di sini,” imbuh Parman.

Akses menuju lokasi relatif mudah.

Pengunjung bisa melewati jalan desa yang sudah dipaving, kemudian melintasi jalan setapak di tengah sawah.

“Kalau jalan desanya sudah bagus, tapi akses ke titik air terjun masih berupa jalan sawah,” jelasnya.

Sayangnya, Grojogan Dung Dondong bersifat musiman.

Di musim kemarau, debit air menurun drastis.

Meski demikian, pemdes punya harapan besar untuk mengembangkan potensi ini menjadi wisata desa.

Salah satunya dengan merancang sistem air terjun buatan agar aliran tetap terjaga sepanjang tahun.

“Agar air mengalir terus, nantinya akan dikonsep jadi air terjun buatan,” ucap Parman.

Namun, upaya pengembangan wisata masih terkendala minimnya anggaran BUMDes.

Kendati demikian, Parman tetap optimistis Grojogan Dung Dondong dapat dikelola lebih baik pada masa mendatang.

“Semoga nanti ada jalan untuk mengelola air terjun tersebut,” pungkasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#wisata persawahan Ngawi #destinasi musiman Ngawi #wisata alam Ngawi #ngawi #wisata Ngawi #Kenongorejo Bringin #wisata desa Ngawi #air terjun Ngawi