Jawa Pos Radar Ngawi – Hasil uji laboratorium dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi SPPG Bintang Kecamatan Mantingan masih menjadi tanda tanya publik.
Hingga dua pekan sejak sampel makanan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, penyebab pasti insiden yang menimpa sekitar 200 siswa pada Kamis (4/12) lalu belum juga diungkap ke publik.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Heri Nur Fahrudin mengakui bahwa hasil uji laboratorium sebenarnya sudah keluar.
Namun, pihaknya menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mempublikasikan hasil tersebut.
“Hasil uji lab sudah keluar, tapi kami bertugas menangani dampak kesehatan dan mengirimkan sampel ke laboratorium di Surabaya,” ujar Heri, kemarin (16/12).
Menurut Heri, penyampaian hasil uji laboratorium sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) atau koordinator wilayah SPPG di Ngawi sebagai perwakilan BGN.
Dinkes, kata dia, tidak ingin berspekulasi atau melampaui kewenangan yang ada.
“Untuk informasi lebih lanjut, silakan ke koordinator SPPG atau langsung ke BGN,” tegasnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, Koordinator Wilayah SPPG Ngawi, Werdiningtyas Tatas, belum memberikan konfirmasi meski telah dihubungi melalui pesan singkat. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto